Jember, Aktual Net – Seorang Petugas Security di sebuah hotel di Jember diamankan Polisi. Pelaku terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib, karena diduga mengambil Ponsel milik tamu yang tertinggal di Pos Security.
Adalah LPB (33), Pria asal Lingkungan Sadengan Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari yang nekat mengembat ponsel senilai 2,5 Juta Rupiah milik Hardiyanto (51), pelanggan tamu hotel.
Bermula Hardiyanto mengantar Tamu Pelanggan Hotel pada Minggu Malam (30/5/2021).
Hardiyanto beristirahat sambil menunggu tamu di Pos Security yang waktu itu dalam keadaan kosong. Dia menaruh Ponselnya di Meja Security.
Tak berselang lama. Tamu pelanggan, keluar Hotel menuju tempat parkir Mobil. Hardiyanto bergegas pergi bersama Tamu keluar Hotel. Dia lupa Ponsel miliknya tertinggal.
Namun, setiba dirumah tamu yang diantar. Hardiyanto ingat ponselnya tertinggal di Pos Security. Dia kembali lagi ke Hotel untuk mengambil Ponselnya. Sayangnya, Ponselnya telah raib.
Kapolsek Sumbersari AKP Sugeng, S.H membenarkan Pelaku Berinisial LPB (33) kini sudah diamankan Di Mapolsek, pada hari Kamis tanggal 17 Juni 2021.
“Dengan adanya kejadian tersebut, korban Hardiyanto akhirnya melapor ke Polsek Sumbersari untuk ditindaklanjuti, “ungkap Kapolsek.
Mendapat laporan tersebut, anggotanya langsung melaksanakan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan korban dan saksi-saksi. Tim Unit Reskrim berhasil mengungkap kasus ini.
” Tersangka LPB diamankan berikut dengan barang bukti berupa satu unit Ponsel Merek Oppo A5 2020 warna hitam kaca, IMEI 1 : 865413043094258 IMEI 2 865413043094241,” pungkasnya saat dikonfirmasi. (HPJ)
Jember, Aktual Net – Penangkapan Dua Warga Dusun Bedahan Desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari Berinisial MF (29) dan TM (33). Keduanya ditangkap Jum’at (18/6/2021) saat hendak bertransaksi narkoba disalah satu rumah Kosong Dusun Krajan Desa Curah Kalong Kecamatan Bangsalsari.
Kedua tersangka sudah diamankan di rutan Mapolsek Bangsalsari. Polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan adanya indikasi pemasok pemasok narkotika diwilayah Kecamatan Bangsalsari.
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan rumah kosong di Dusun Krajan Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari akan dijadikan tempat transaksi barang haram, sabu-sabu.
” Adanya Informasi tersebut, Anggota Kami menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan di TKP. Dan benar, Dua Pelaku diketahui petugas hendak melakukan transaksi sabu-sabu”, Kata Kapolsek Bangsalsari AKP. Putu Adi Kusuma, S.H. Jumat Malam (18/06).
Kapolsek menuturkan selain mengamankan kedua pelaku, Polisi juga menyita barang bukti dari tangan tersangka, yaitu 1 (satu) buah pipet kaca yang berisi sabu – sabu, 1 (satu) buah alat hisap, 2 klip plastik berisikan narkotika jenis sabu-sabu yang di bungkus dengan kertas rokok dan 2 Ponsel warna hitam.
Anggotanya di lapangan masih terus mengembangkan penyelidikan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan ada indikasi jaringan pemasok Narkotika di Wilayah Kecamatan Bangsalsari.
“Kami dalami dan mengembangkan kasus ini. Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Wilayah Kecamatan Bangsalsari menjadi atensi kami,” tegasnya.
Kini Tersangka MF dan TF meringkuk di jeruji besi Rutan Mapolsek Bangsalsari. Keduanya dijerat pasal 114 ayat (1)Subs Pasal 112 (ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (HPJ)
Jember, Aktual Net – Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dihakimi massa setelah aksinya terpergok petugas parkir di tempat parkir Pasar Senenan Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Jember. Kamis (17/06/2021).
Aksi yang dijalankan pelaku ES(48) warga Jalan Cumi-Cumi Desa Mayangan Kecamatan Mayang, Jember, terbilang nekat. Dia seorang diri melancarkan aksi menggunakan kunci Leter T, membobol sepeda motor matic.
Alhasil, ketika berusaha mendorong sepeda motor tersebut keluar area tempat parkir. Dia tertangkap tangan warga. ES menjadi bulan-bulanan warga yang geram dengan aksi curanmor pelaku.
“Pelaku ES sempat diamankan di Kantor Pasar, sebelum di bawa Ke Polsek Balung. Kami sudah amankan barang buktinya. Satu Unit Sepeda Motor Matic dan Satu Kunci T”, Kata Kapolsek Balung AKP Sunarto, SH. Jumat Pagi (18/06/2021).
Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan. Kasusnya masih dalam pengembangan. ” Pelaku akan dijerat dengan pasal 363 Ayat 1 Ke 5 KUHP ,” tegasnya.
Pihaknya mengimbau warga agar terus meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan. Saat berada ditempat keramaian upayakan memarkir kendaraan bermotor ditempat yang aman dan menggunakan kunci ganda. (HPJ)
Jember, Aktual Net – Berpura-pura jadi pembeli sisa potongan rambut, seorang petani berinisial SL (40), nekat mencuri handphone di Salon Aini di Dusun Krajan Desa Seputih Kecamatan Mayang, Jember.
“Kejadianya pada tanggal 21 Mei 2021 sekira Pukul 11.00 Wib, Dia mengambil ponsel milik pelapor Kiki Herlina (27), disaat penjaga salon tidak ada ditempat. Pelaku merusak kunci pintu kamar salon, mengambil ponsel yang berada diatas kasur dan kabur meninggalkan salon dengan sepeda motor vario merah”, Kata Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution, S.H.
Petugas Unit Reskrim Polsek Mayang menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelapor, pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Aksinya pencurian ponsel yang dilakukan warga Dusun Krajan Desa Cangkring Kecamatan Jenggawah ini tak berjalan mulus. Polisi berhasil mengendus keberadaan ponsel ditangan tersangka SL.
“Dari informasi yang didapatkan, Kami berhasil mengidentifikasi pelaku dan keberadaan barang bukti ponsel dalam penguasaan SL Kemarin sore, (17/6) pelaku ditangkap di sekitar Jalan Raya Desa Cangkring Kecamatan Jenggawah”, ungkap Kapolsek.
Dari tangan Tersangka SL, Polisi menyita barang bukti diantaranya 1 (Satu) unit Hand Pone Merk Oppo warna hitam IMEI, 1 (Satu) Buah Dos Book dan 1 (Satu) unit sepeda motor merk Honda Vario No Pol P 2065 HS.
Kini SL harus mendekam di tahanan Polsek Mayang Polres Jember untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Oleh penyidik Tersangka SL dijerat pasal 363 Ayat (1) ke 5e KUHP. (HPJ)
Jember, Aktual Net – Residivis kasus pencurian sapi dan curanmor berinisial KR (63) asal Plerean Desa Purwoasri Kecamatan Gumukmas, Jember terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas.
Pasalnya, residivis yang sudah beberapa kali diganjar hukuman penjara dalam kasus serupa dianggap membahayakan petugas. Dia berhasil dilumpuhkan Polisi Resmob dengan tembakan terukur di bagian kaki.
“Kita tidak mau ada kecelakaan petugas. Kita melakukan tindakan tegas dan terukur, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata KBO Satreskrim Polres Jember, Iptu Eko Yulianto, S.H. Kamis Sore (17/6/2021).
Pengungkapan kasus ini hasil kerja keras Tim Resmob yang mendalami adanya informasi dugaan keberadaan sapi curian di sebuah kandang ternak di Dusun Sambileren Kecamatan Gumukmas, Jember.
Hasil penyelidikan petugas di lapangan, akhirnya Polisi menemukan cukup bukti untuk melakukan penangkapan dan tindakan tegas terukur terhadap tersangka KR yang mencoba melawan petugas.
KBO Satreskrim menjelaskan, tersangka KR diduga sebagai pelaku pencurian bahkan dia juga beraksi melakukan pencurian kendaraan bermotor.
“KR ditangkap atas dasar Laporan Polisi kasus pencurian hewan yang terjadi pada tanggal 22 Oktober 2020 yang di laporkan di Polsek Kencong. Satu lagi, pencurian sapi yang terjadi bulan April 2021 yang dilaporkan di Polsek Gumukmas. “Jelas Iptu Eko.
Selain itu, KR diduga menjadi pelaku pencurian Sepeda Motor Yamaha Vega R di TKP Rumah Korban B. Soebandi, Dusun Pleresn Desa Purwoasri Kecamatan Gumukmas, yang terjadi pada tanggal 14 Juni 2021.
“Kami sudah mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus KR, diantaranya, dua Ekor Sapi Limosin jantan san betina, aatu unit sepeda motor Vega R warna hitam, satu unit sepeda motor supra X hitam silver, 4 kunci kunci T dan 1 mata kunci T, 3 alat cukit obeng, 1 unit HT mini, 1 buah bong alat hisap sabu, 1 buah HP merek Nokia, 1 celurit, 1 pedang, 1 lampu senter kepala dan 1 buah Linggis,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya sementara terus melakukan pengembangan kasus-kasus residivis KR. Sementara, TKP yang diketahui masih di wilayah Gumukmas dan Kencong.
“Diduga masih banyak disinyalir TKP lain, yang berhubungan dengan aksi-aksi kejahatan yang dilakukan KR, termasuk rekan-rekannya,” pungkasnya. (HPJ)
Jember, Aktual Net – Dua buronan kasus dugaan pemerasan berinisial TO(40) Warga Dusun Krasak Desa Pancakarya Kecamatan Ajung dan AG (45) warga Dusun Krajan Desa Jenggawah, Jember, berhasil ditangkap Tim Satreskrim Polres Jember, Rabu (16/6/2021).
Keduanya masuk DPO bersama dua orang kawannya yang terlebih dulu ditangkap, usai melalukan pemerasan terhadap warga Wuluhan sebesar Rp 17 juta. Menariknya, keempat terduga pelaku dalam aksinya menyaru sebagai wartawan dengan modus menakut nakuti korban untuk dipublikasikan ke media.
Menurut Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika, beberapa hari pihaknya memang intens untuk memburu para terduga pelaku.
“Benar, Kami kembali melakukan penangkapan terhadap DPO kasus pemerasan. Itu tidak sampai seminggu sejak kita tetapkan sebagai DPO,” kata Wakapolres saat dikonfirmasi, Rabu Malam (16/06/2021).
Dijelaskan lagi oleh Wakapolres, dalam kasus pemerasan ini, kedua tersangka ikut serta menakut- nakuti korban. Bahkan TO dan AG juga telah menerima sejumlah uang dari korban.
“Sesuai cacatan Kepolisian, Tersangka TO pernah menjalani hukuman kurungan penjara selama 4 Tahun terkait kasus penganiayaan,” tambahnya.
Sebelumnya Polres Jember sudah menangkap kedua pelaku yang modusnya sama, total pelaku pemerasan ini ada empat orang. Selain TO dan AG, pihak kepolisian terlebih dulu telah menangkap ME dan MA.
Untuk kedua Tersangka tersebut, Penyidik Kepolisian menjerat dengan Pasal 368 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP Dan Pasal 369 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP. “Ancaman pidananya kurungan penjara paling lama 9 Tahun,”pungkasnya.
Jember, Aktual Net – Penangkapan empat Kades (Kepala Desa), diwilayah Kabupaten Jember, yang kedapatan memiliki dan mengkonsumsi narkoba jenis sabu, diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (11/6/2021).
Penangkapan yang dilakukan oleh Tim Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Jatim diawali dari disalah satu kediaman Oknum Kades berinisial MM (40) pukul 23.00 Wib, Rabu malam (9/6/2021), yang selanjutnya dilakukan pengembangan, yang hasilnya Tim menangkap tersangka lain ditempat terpisah.
Barang bukti dari ke empat tersangka yang diamankan berupa narkoba jenis sabu 2.49 gram serta beberapa barang bukti lain yakni ponsel milik dari ke empat oknum Kades dan Alat hisap berikut pipet kaca bekas pakai.
“Saat ini para tersangka masih dalam pemeriksaan intensif di Ditresnarkoba. Penyidik masih menggembangkan kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang dilakukan keempat kades itu,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (11/6/2021).
Gatot menyebut, empat oknum kades itu adalah MM (40), MA (48), ST (44), dan HH (52). Kasus ini dibongkar berawal dari penangkapan terhadap MM di rumahnya sekitar pukul 23.00 Wib, Rabu (9/6/2021).
Saat digeledah, di rumah MM ditemukan dua poket sabu seberat 1,72 gram, empat pipet kaca yang berada di dalam kotak kecil permen dan pipet bekas pakai, juga sebuah ponsel.
Ketika diinterogasi, MM mengaku bahwa sabu tersebut diperoleh melalui pembelian sebanyak 2 gram dari seseorang sebanyak dua kali dengan waktu yang berbeda. Masing-masing penyerahannya sebanyak satu poket sabu.
Selanjutnya, tim Subdit I bergerak melakukan penangkapan terhadap pelaku MA sekitar pukul 00.17 Wib, Kamis (10/6/2021). MA sebelumnya mengonsumsi sabu bersama MM.
Saat diperiksa, MA mengaku diminta seseorang berinisial ST untuk mencarikan sabu. Dari informasi tersebut, ST lalu ditangkap sekitar pukul 01.50 Wib.
“Saat dilakukan penggeledahan terhadap ST ditemukan satu poket sabu seberat 0,77 gram berikut plastik pembungkusnya dan seperangkat alat hisap di dalam tas warna cokelat. ST mengaku sabu tersebut berasal dari MA,” jelas Gatot.
Kasus ini kemudian dikembangkan lagi hingga berhasil menangkap tersangka HH, yang sebelumnya pernah mengkonsumsi sabu bersama MM di rumahnya. Namun saat digeledah, polisi tidak menemukan barang bukti sabu.
“Kami akan terus kembangkan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Selanjutnya kasus ini akan kami limpahkan ke Polres Jember,” pungkasnya.
Jember, Aktual Net – Seorang warga Desa mumbulsari Kecamatan lengkong berinisial YD dibekuk warga karena sedang kedapatan melakukan aksi pencurian disalah satu Masjid di Dusun Langsatan Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, pukul 11.00 Wib Siang, (Rabu 9/6/2021).
“Setelah kami menerima penyerahan yang diduga tersangka pencuri oleh warga, setelah dilakukan pengembangan, ternyata banyak TKP dan termasuk wilayah hukum kami,” kata Kanit Reskrim Polsek Jenggawah.
Tersangka YD (30) asal Desa Lengkong, Mumbulsari, tertangkap saat melakukan aksi pencurian di Masjid Baitul Muttaqin sekitar pukul 11.00 WIB.
saat memasukkan hasil curian tersebut kepergok warga. Setelah digeledah ditas tersangka, ditemukan Alat-Alat seperti Ampli Sound, Pompa Air, dan sebagainya.
Mengetahui hal itu, sejumlah warga kemudian berdatangan mengamankan tersangka, lalu membawa ke Mapolsek Jenggawah.
Setelah didalami, Rinto mengatakan, tersangka ini pernah melakukan pencurian di Desa Kertonegoro Jenggawah, Gayasan Jenggawah, Masjid Ar Ridho Sumuran Ajung, di Tempurejo, Masjid utaranya Secaba Sumbersari, Masjid di Mangli serta dibeberapa tempat lainya.
“Jadi barang bukti yang kita sita, sebagian besar sudah ada di Mapolsek,” ujar rinto.
Rinto menambahkan, tersangka ini pernah menjalani hukuman penjara di Lapas Jember, dengan perkara melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur, empat tahun yang lalu.
“Tersangka sendiri sudah pernah di penjara 4 tahun lalu, dalam kasus pencabulan anak dibawah umur, “pungkas Rinto.
Jember, Aktual Net – Aksi penyelundupan obat terlarang dengan modus memesan sebuah alat batang alumunium yang digunakan sebagai alat memasang lis kaca kedalam lapas, yang didalamnya berisi narkoba, berhasil di gagalkan oleh pihak Keamanan Lapas P2U, Kejadian tersebut bisa digagalkan berkat kejelian petugas yang berada dilapas.
Hal ini diungkapkan berdasarkan keterangan Kasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Lapas Kelas IIA Jember, selasa 25 Mei 2021 saat press confrence di depan halaman lapas Jember Jl. PB Sudirman Jemberlor, Kecamatan. Patrang, Kabupaten Jember.
Dalam aksinya pelaku menyembunyikan narkoba jenis Trihexyphenidyl didalam sebuah batang alumunium yang ditutup dengan plastik, dalam pengakuanya tersangka S nekat melakukan aksinya tersebut karena mendapatkan pesanan dari warga binaan lapas yang berinisial J.
Mendapati adanya penyelundupan Narkoba kedalam lapas, pihak Lapas langsung menghubungi Unit Reskoba Polres Jember, Hal ini menurut Kasi Kamtib Andri adalah bentuk sinergitas dalam memerangi peredaran narkoba khususnya di wilayah Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA.
“Ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam memerangi peredaran narkoba dengan bersinergi dengan pihak Reskoba, terutama perihal adanya peredaran narkoba yang berada didalam Lapas,” Ungkap Andri.
Pengungkapan dilakukan oleh P2U petugas pintu yang berada dalam lapas, dengan memeriksa alat yang dibuat untuk menyelundupkan narkoba, berupa batang alumunium yang dipesan oleh warga binaan dengan alasan untuk memasang lis kaca.
“Narkoba yang ditemukan didalam batang alumunium sebanyak 28 butir berjenis Trihexyphenidyl, Pelaku S langsung diamankan oleh pihak petugas lapas, setelah itu petugaspun langsung berkoordinasi dengan Pihak Reskoba Polres Jember guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku. “Pungkas Kasi Kamtib Lapas IIA Jember saat memberikan keterangan ke awak media.
Surabaya, Aktual Net – Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, bongkar sindikat dugaan pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19. Para tersangka ini sudah memproduksi dan menjual sebanyak 600 lembar surat keterangan palsu dalam kurun waktu 4 (Empat) bulan di Kabupaten Sidoarjo.
Dari pengungkapan ini, polda jatim meringkus 5 (Lima) tersangka diantaranya, NH, (33) warga Jalan KH. Gasbullah Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, SG, (36) warga Jalan Pabean, Kelurahan Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, MZA, (22) warga Desa Pagerwojo, RT 17/ RW 04, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, IB, (51) warga Jalan Malik Ibrahim Kuwangsan RT 06/03 Sedati, Sidoarjo dan IF, (27) warga Jalan Petukangan Ampel, Surabaya.
“Kelima tersangka ini mempunyai peran masing-masing, sedangkan untuk para tersangka diamankan di Jalan by pass, Kecamatan Sedati, Sidoarjo,” jelas Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kabid Humas Polda Jatim, Selasa (11/5/2021) sore.
Tersangka NH berperan Pembuat surat keterangan dokter palsu (hasil rapid test swab antigen dan swab PCR), AF berperan sebagai Pembuat/Pencetak surat keterangan dokter palsu (hasil rapid test swab antigen dan swab PCR)
“Sedangkan tiga tersangka lain yakni IB, SG dan MZA berperan sebagai membantu mencari pemesan surat keterangan hasil rapid test swab antigen dan swab PCR (marketing),” ucap Gatot.
Sementara itu Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menjelaskan, modus operandi yang dilakukan para tersangka, mereka secara bersama-sama memasarkan surat keterangan hasil Swab Antigen dan Swab PCR milik RS Sheila Medika kepada pemesan yang memerlukan surat keterangan instan tanpa dilakukan pemeriksaan.
“Pelaku sudah melakukan tindak pidana pemalsuan tersebut kurang lebih empat bulan dan telah mencetak kurang lebih 600 (enam ratus) lembar surat keterangan hasil rapid test swab antigen,” ungkap Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto.
Surat Keterangan yang dipalsu adalah milik RS Sheila Medika yang beralamat di Jalan Letjen Wahono No. 77-79 bypass Juanda Baru, Sedati Gede, Sedati, Sidoarjo. Dimana tersangka NH sebelumnya adalah karyawan OB RS Sheila Medika yang telah diberhentikan 4 (empat) bulan yang lalu.
“Pelaku yang berperan sebagai marketing tersangka SG, MZA dan IB membeli dari pembuat seharga Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) untuk surat keterangan hasil swab antigen dan Rp 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) untuk surat keterangan hasil swab PCR,” tambahnya.
Kemudian dijual oleh marketing kepada pemesan 200 ribu rupiah untuk hasil swab antigen dan Rp 650.000,- (enam ratus lima puluh ribu rupiah) untuk hasil swab PCR. Para pemesan adalah para penumpang pesawat terbang dan penumpang travel.
Selanjutnya, anggota timsus mencoba memesan kepada tersangka SG dengan harga 200 ribu per surat, dan setelah surat keterangan hasil Rapid Tsst tersebut diterima anggota, selanjutnya pelaku langsung diamankan beserta barang bukti.
Setelah diinterogasi, pelaku mengaku memesan surat tersebut dari tersangka NH Beberapa saat kemudian, tersangka NH datang untuk mengantarkan pesanan lainnya dari tersangka SG Saat itu juga anggota langsung mengamankan pelaku tersebut.
“Setelah dilakukan interogasi kepada tersangka NH, ia mengaku membuat sendiri dokumen palsu tersebut dengan laptop dan printer dengan mengatasnamakan RS Shelila Medika Sidoarjo, dimana blanko atau formnya sudah ada dilaptop pelaku,” ungkapnya.
Awalnya anggota menangkap dua tersangka, beserta barang bukti dibawa ke kantor Ditreskrimum Polda Jatim guna proses lebih lanjut. Kemudian hasil keterangan dari keduanya, Timsus Subdit III mengamankan kembali 3 (tiga) orang pelaku lainnya yang 2 (dua) diataranya berperan sebagai marketing dan 1 (satu) orang lainnya berperan sebagai pembuat dan pencetak.
“Berdasarkan interogasi, perhari yang brrsangkutan dapat mencetak rata-rata 3 (tiga) surat keterangan hasil swab PCR palsu dan 5 (lima) surat keterangan hasil rapid test antigen palsu,” pungkasnya.
Dari pengungkapan ini, barang bukti yang berhasil diamankan yakni, Uang tunai Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah)dari tersangka NH, sedangkan dari tersangka SG, polisi mengamankan uang Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah), 4 (empat) lembar hasil rapid test swab antigen yang sudah jadi beserta amplop, 1 (satu) bendel blangko kosong rapid test swab antigen kop surat RS Sheila Medika beserta amplopnya, 1 (satu) bendel surat rapid test swab antigen kop surat RS Sheila Medika yang salah print.
Kelima tersangka melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP Subsider Pasal 268 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. (Humas Polres Jember)