Arsip Kategori: Peristiwa

Penemuan Mayat Sudah Membusuk Tanpa Identitas

Jember, Aktual Net – Penemuan sesosok mayat perempuan yang sudah membusuk serta tidak ditemukan identitas, disalah satu area persawahan di Dusun Karanganyar Desa Balung Lor, Kecamatan Balung Jember. penemuan tersebut sempat menggegerkan warga sekitar lokasi penemuan, Jumat pagi (9/7/2021).

Mayat yang pertama kali ditemukan oleh pemilik sawah yang hendak mengairi dan menyemprot obat tanaman jagungnya, saat  melintas tercium bau busuk yang menyengat.

Karena curiga dirinya berusaha mencari sumber bau, dan ternyata berasal dari sesosok mayat perempuan yang sudah membusuk. Mayat diketemukan dalam keadaan tengadah, memakai kaos singlet warna putih dan Rok Coklat. Penemuan ini segera dilaporkan kepada ketua RT.

Karena curiga dirinya berusaha mencari sumber bau, dan ternyata berasal dari sesosok mayat perempuan yang sudah membusuk. Mayat diketemukan dalam keadaan tengadah, memakai kaos singlet warna putih dan Rok Coklat. Penemuan ini segera dilaporkan kepada ketua RT.

Baca juga :

“Seorang warga bernama Mutik, laporan ke saya soal penemuan mayat di areal sawah miliknya sekitar pukul 8.30 Wib, setelah saya cek mayat tersebut berjenis kelamin perempuan sudah membusuk dan tidak ditemukan adanya identitas,” ujar Irfan  ketua RT 2 Dusun Karanganyar Desa Balung Lor Balung.

Atas temuan ini, Irfan langsung menghubungi pihak Polsek Balung dan kepala desa untuk penanganan lebih lanjut. “Penemuan ini langsung saya laporkan ke Polisi dan bapak kepala desa,” ujar Irfan.

Tidak ada identitas di sekitar tubuh korban. Ciri-ciri yang bisa dikenali korban hanya mengenakan pakaian warna coklat muda di bagian atas, sedangkan di bagian bawah tidak ada penutup.

Mendapat informasi adanya penemuan mayat di area persawahan, petugas dari Polsek Balung segera meluncur ke TKP dipimpin langsung oleh Kapolsek Balung, AKP Sunarto. 

“Benar di TKP ditemukan sesosok mayat perempuan, dan untuk lebih jelasnya kami tadi meminta bantuan dari tim identifikasi Polres Jember. Kondisi mayat sudah membusuk dan dipenuhi belatung, informasi dari tim identifikasi diperkirakan mayat sudah dua atau tiga hari meninggal di lokasi,” ujar AKP Sunarto.

Lebih lanjut Sunarto menerangkan, mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga pemilik sawah bernama Mutik saat akan menggarap lahan sawahnya tiba-tiba ditemukan mayat tergeletak berjenis kelamin perempuan, usia diperkirakan antara 50 – 55 tahun.

“Tidak ditemukan identitas di sekitar mayat, informasi dari tim identifikasi tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh mayat. Informasi yang kami dapat masyarakat, mayat ini adalah tunawisma yang sering bersliweran di sekitar lokasi tersebut.” Pungkasnya.

Penemuan mayat perempuan tanpa identitas inipun cepat menyebar, sehingga warga langsung berbondong-bondong mendatangi sawah tempat ditemukannya mayat tersebut, namun hal tersebut dibubarkan Polisi dikarenakan rawan menimbulkan kerumunan saat masih dalam kondisi Pandemi Covid-19 saat ini.

Sidang Paripurna Tertunda, Aktifitas di Gedung Dewan Semi Lockdown

Jember, Aktual Net – Agenda rapat sidang paripurna DPRD bersama Pemkab Jember yang diselenggarakan sejak kemarin (22/6) dengan membahas Nota laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Tahun 2020 digedung DPRD Sumbersari, Rabu (23/6/2021) terpaksa ditunda.

Penundaan ini menurut Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi karena adanya informasi salah satu anggota DPRD dari Komisi C yang mengikuti rapat kemarin dinyatakan positif Covid-19.

Dari peristiwa tersebut akhirnya DPRD Jember bersama Pemkab Jember sepakat menunda agenda kegiatan rapat paripurna laporan pertanggung jawaban APBD Tahun 2020 dan menunggu sterilnya gedung DPRD. dengan menyemprotkan cairan disinfektan diseluruh gedung oleh petugas dan melakukan swab antigen kepada seluruh anggota dewan serta puluhan ASN Pemkab Jember, beserta seluruh rekan media yang ikut hadir dalam rapat paripurna sehari sebelumnya.

Baca juga :

“Pimpinan memutuskan semi lockdown terhitung dari hari ini sejak swab massal, kemungkinan hari senin baru ada aktifitas, ini dilakukan sebagai langkah antisipatif, ” Terang Itqon saat dikonfirmasi.

“Yang jelas pesan dari Bupati, kita jangan terlalu memikirkan yang tidak-tidak, karena banyak dari OTG Covid-19 itu sembuh gara-gara tidak memikirkan Covid-19, dan pokoknya jangan stress, “tambahnya.

Lebih lanjut itqon menjelaskan bahwa swab massal tersebut sudah melalui prosedur, dirinya berharap tidak ada klaster baru yang perlu dikhawatirkan, “Swab massal ini sudah melalui prosedur dan Kami berharap tidak ada klaster baru lagi yang perlu dikhawatirkan, pelaksanaan swab diwajibkan kepada seluruh yang hadir, seluruh wartawan yang ikut hadir kemarin juga harus di swab antigen, “lanjutnya.

Mengenai penundaan rapat paripurna menurut Ketua DPRD Jember tersebut tidak akan mempengaruhi karena Banmus itu sudah terjadwal masih panjang dan tidak akan terlambat, surat masuk kan tinggal 15/6, jadi ada jeda waktu lebih lama, karena Bupati pengen akselarasi yang pasti kita laksanakan. “tuturnya.

Terkait hal tersebut Bupati Jember Hendy Siswanto saat bersama Ketua DPRD juga berpesan kepada masyarakat agar bisa tetap mematuhi protokol kesehatan dengan melaksanakan 5 M.

“Saya berharap kepada masyarakat yang belum vaksin, cepat vaksin dan jangan takut vaksin, langsung saja bawa KTP untuk bisa di vaksin, biar antibody meningkat, persedian vaksin masih tersedia, dan tetap memakai masker dan patuhi 5M, Jember harus bebas Covid-19, ” Ungkap Hendy dihadapan puluhan awak media.

Hendy juga berpesan kepada seluruh Kyai ustadz dan para tokoh masyarakat agar juga bisa membantu untuk bisa mensosialisaikan perihal penerapan protokol kesehatan utamanya memakai masker dan segera vaksin bagi yang belum divaksin.

“Para Ulama Kyai dan ustadz saya berharap bisa membantu dalam mensosialisaikan protokol kesehatan dengan memakai masker terkait 5M, jika ada masyarakat yang belum vaksin, kami himbau cepat vaksin, dan untuk masyarakat yang ingin menggelar hajatan hal tersebut tidak diperbolehkan serta tidak diijinkan dan itu sudah sesuai kebijakan yang ada, selanjutnya kami akan sosialisasikan hal tersebut kepada seluruh RT/RW di Kabupaten Jember, “Pungkas Hendy Siswanto saat masih berada di gedung DPRD, Rabu (23/6).

Menghindari Pengendara Motor, Truk Fuso Alami Kecelakaan Tunggal di Jembatan Lengkong

Jember, Aktual Net – Sebuah Truk bermuatan tebu Nopol W 8064 D yang dikendarai LH warga Desa Mayang, mengalami kecelakaan tunggal, menurut warga sekitar yang sempat melihat awal kejadian tergulingnya Truk. Truk bermuatan tebu yang melaju pelan dari arah timur tersebut, menghindari pesepeda motor yang berlawanan dari arah barat menuju Lengkong, tepatnya di jembatan arah jalur jalan Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari sekitar pukul 18.30 Wib, Minggu (30/5/2021).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian, menurut kesaksian warga sekitar, kecelakaan terjadi karena truk bermuatan tebu sempat menghindari dua pengendara sepeda motor yang berlawanan arah dan warga yang menyaksikan pada waktu itu truk sempat membanting kemudi ke arah kiri pinggir jalan yang berdekatan dengan pembatas pojok timur jembatan.

Baca juga :

“Truk Fuso saat itu sempat membanting setir ke arah kiri, kemungkinan karena takut membahayakan pengendara motor yang arahnya berlawanan, karena kondisi jembatan yang tidak bisa untuk dibuat salipan dengan kondisi besarnya Truk, ” Jelas salah satu warga sekitar jembatan yang saat itu sempat mengetahui perihal awal kejadian kecelakaan truk bermuatan tebu tersebut.

“Setelah sempat menghindar dan dirasa aman dari pengendara sepeda motor yang berpapasan dari arah barat yang sudah melewati jembatan. Truk saya liat pada waktu itu langsung banting setir ke kanan, namun naas, bagian belakang truk nyangkut dipojok jembatan, hingga akhirnya Truk pun terguling pada waktu itu,” Tambah warga sekitar yang tidak ingin disebut namanya.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kanit Laka Satlantas Polres Jember Ipda Kukun Waluwi Hasanudin yang saat itu langsung ketempat kejadian setelah mendapatkan informasi adanya kecelakaan.

“Setelah mendapatkan informasi kami langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara), Ternyata pada saat itu sudah banyak warga yang sudah beekumpul disekitar lokasi kecelakaan, dan kondisi lalu lintas sudah dalam kondisi macet, saya melihat waktu itu kondisi truk sudah terguling, dan untuk kondisi Sopir Truk Fuso Alhamdulillah selamat,” Jelas Kanit Laka.

Evakuasi Truk Fuso dibantu warga sekitar, Satlantas, Satsabhara Polres Jember dan Polsek Mumbulsari, Pukul 21.00 Wib malam, akhirnya Truk bisa di evakuasi.

“Kami bersama Jajaran Polsek Mumbulsari, Satsabhara Polres Jember langsung melakukan kooordinasi, dengan bantuan warga sekitar, akhirnya Truk bisa di evakuasi, dan untuk sementara Truk kita amankan dilahan kosong milik warga sekitar di daerah Desa Lengkong, “Pungkas Ipda Kukun Waluwi.

Rumah Ambruk Milik Katiman Warga Semboro, Akhirnya di Renovasi

Jember, Aktual Net – Sebuah rumah yang dikabarkan roboh, tidak ada korban jiwa pada saat kejadian ambruknya bangunan, diketahui robohnya bangunan milik seorang warga yang bernama Katiman diakibatkan karena termakan usia, di Dusun Semboro lor Desa Semboro Kecamatan Semboro hari Selasa 18 Mei 2021 sekitar pukul 16.15 Wib.

Ambruknya rumah warga tersebut mendapat perhatian Muspika Kecamatan Semboro serta warga sekitar lingkungan Katiman yang simpati dengan mengadakan kegiatan gotong royong memperbaiki hunian milik Katiman.

Kapolsek Semboro mengungkapkan pihaknya bersama – sama Pihak Muspika Kecamatan Semboro juga turun langsung dalam tahap renovasi bangunan, pihaknya juga ikut memantau proses dari awal sampai proses finishing.

Baca juga :

“Kami bersama Muspika dari awal proses pembagunan sudah turun langsung serta meminta perkembangan sampai proses finising,” ungkap AKP Agus Wijaya saat di Konfirmasi.

Pembangunan rumah sederhana yang awalnya dinding bangunan menggunakan bambu, namun saat dilakukan renovasi dinding sudah menggunakan batu bata, hal tersebut dilakukan atas kerjasama Muspika serta masyarakat sekitar yang bergotong royong dalam proses renovasi.

Proses renovasi diakukan selama sepekan, banyak perubahan dalam bangunan, bai dinding, teras, genteng, sangat berbeda dari sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut Katiman mengungkapkan rasa bersyukurnya, dan ucapan terima kasih baik kepada masyarakat serta Muspika Kecamatan Semboro yang sudah ikut membantu bergotong royong memperbaiki hunian miliknya.

“Saya dengan keluarga merasa bersyukur karena sudah dibantu, saya ucapkan terima kasih banyak, sekarang keluarga saya bisa tidur nyenyak,” Pungkas Katiman penuh haru

(HPJ)

Supra VS Beat, Lakalantas di Wonorejo Kencong

Jember, Aktual Net – Kecelakaan Lalu lintas antara 2 pesepeda motor warga Desa Wonorejo Kencong dan warga Desa Dukuh Dempok Wuluhan di jalan Kartini Desa Wonorejo Kecamatan Kencong sekitar jam 08.15 pagi, Senin (19/4/2021).

Penyebab Kecelakaan terjadi karena salah satu pengendara hendak melintas dan salah satu pengendara lainya melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak mampu menguasai kendaraanya, akibatnya ketiga pengendara tersebut mengalami luka dan sempat pingsan, ketiganya langsung dibawa ke puskesmas kencong guna menjalani perawatan.

Warga Krajan B Desa Wonorejo, Kencong dan Nur Khalim (48) warga Krajan A yang alamatnya sama, berboncengan mengendarai sebuah sepeda motor Honda Supra dengan NOPOL P 5934 LM pagi itu dari arah utara bermaksud hendak menyeberang dengan menyintas jalan.

Sementara itu dari arah timur melaju kencang sebuah Honda Beat dengan NOPOL P 6992 LK, yang dikendarai oleh Abdul Hadi Yusuf (21) warga Dukuh Dempok, Wuluhan. Diduga karena kecepatanya terlalu tinggi, pengendara Honda Beat tidak mampu menguasai kendaraanya, hingga akhirnya terjadilah laka lantas.

Akibat laka tersebut, Hanafi menderita luka robek alis sebelah kiri, robek dagu, serta satu gigi atas tanggal dan ada pembengkakan di alis mata kiri. Sedang Nur Khalim menderita luka robek pada alis kiri juga serta ada pembengkakan di kepalanya, yang mengakibatkan Nur Khalim dalam keadaan gelisah. Sementara itu, Abdul Hadi sempat pingsan dan ketiga korban akhirnya dibawa ke Puskemas Kencong.

Seorang saksi mata, Ulum (38) seorang warga setempat yang kebetulan melihat kejadian tersebut mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi sangat cepat.

“Saya memang melihat sebuah motor yang sedang menyeberang. Namun saya juga melihat sebuah motor yang lain melaju kencang dari arah timur. Cuma terdengar bunyi suara klakson dan benturan yang keras, tahu tahu telah terjadi laka,” tutur Ulum.

Saat dikonfirmasi Aiptu Dani Kanit Lantas Polsek Kencong, di kantornya, membenarkan tentang adanya kejadian laka lantas tersebut.

“Pagi tadi, sekitar jam 08.00 Wib, terjadi Lakalantas antara dua sepeda motor dan TKP berada di barat SPBU Wonorejo,” kata Dani.

“Dua orang menderita cukup berat dan salah satunya, menurut tim medis dimungkinkan menderita gegar otak ringan (korban Nur Khalim). Menurut hasil olah TKP pengendara Honda Beat terlalu kencang dalam mengendarai motornya, sehingga tidak mampu menghindari kendaraan yang menyeberang,” Pungkasnya. (doy/ed: ruk)

Warga yang Tenggelam Sudah Tak Bernyawa

Jember, Aktual Net – Seperti yang ramai diberitakan, pada Minggu 11 April 2021, beberapa hari yang lalu, sekitar pukul 08.00 pagi, seorang bapak dan anaknya dinyatakan tenggelam terseret ombak ketika sedang mandi di pantai Payangan Watu Ulo, yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, keduanya adalah warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Jember.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Polair Jember, bersama dengan BPBD dengan Rimba Laut nya, beserta beberapa nelayan dan relawan, bergerak melakukan pencarian.

Alhasil, tidak begitu jauh dari tempat tenggelamnya, tubuh sang bapak Supriyadi berhasil diketemukan namun dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Sementara sang anak Ferdiansyah (9) masih dalam pencarian. Dikarenakan hari telah menjelang sore, dan juga dikarenakan kondisi alam yang tidak bersahabat, pencarian Ferdiansyah di hentikan, untuk dilanjutkan keesokan harinya, dan jasad sang ayah setelah dilakukan visum di Puskesmas terdekat, langsung dibawa pulang untuk di makamkan.

Selasa pagi 13 April 2021, jasad bocah berusia 9 tahun yang tenggelam bersama bapaknya, akhirnya ditemukan setelah dua hari mengapung di lautan.

Iptu M. Nai, Kasatpolair Polres Jember, membenarkan bahwa team nya telah menemukan bocah yang sempat dinyatakan tenggelam tersebut.

“Benar, team kita telah menemukan jasad bocah itu. Kita Koordinasi dengan semua pihak, termasuk Basarnas, SAR Rimba Laut dan teman teman relawan lainya,” ungkapnya. Dalam keteranganya Nai mengatakan bahwa tubuh bocah tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tewas dan mengapung di lautan. 
“Kondisi korban sudah meninggal dunia ketika diketemukan, karena setelah dua hari dilakukan proses pencarian, baru diketemukan,” jelas Nai.

Korban pun langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas setempat, sementara pihak keluarga korban juga telah diberikan informasi mengenai penemuan jasad bocah itu.

Sementara itu, dalam keterangan selanjutnya, Nai mengatakan bahwa teamnya saat ini tengah fokus ke pencarian seorang warga lainnya yang dinyatakan tenggelam di pantai selatan. Jenazah Mat Yasin yang perahunya tenggelam di perairan Plawangan, Kecamatan Puger, sudah hampir tiga pekan ini, masih juga belum diketemukan.

“Kita juga tengah fokus untuk pencarian jenazah Mat Yasin, nelayan yang perahunya tenggelam hampir tiga minggu lalu di Plawangan Puger. Mohon doanya semoga pada hari puasa pertama ini, semua nya diberi kelancaran,” tutup Naim. 

Dua Orang Meninggal Dunia, di Jalan Raya Provinsi Gambirono

Jember AktualNews – Kecelakaan yang menewaskan dua orang pengendara sepeda motor dengan sebuah Bus yang dikendarai oleh Syafi’i (38) yang melaju dari arah timur ke barat dengan mendahului beberapa kendaraan di depanya, dari arah berlawanan ada sepeda motor. Karena jarak yang cukup dekat, bus pun tidak sempat menghindar dan terjadi kecelakaan yang berujung maut di jalan Provinsi Desa Gambirono Kecamatan Bangsalsari Jember, Jum’at (2/4/2021).

Kejadian tersebut mengakibatkan Satu korban meninggal ditempat kejadian dan satu orang lagi meninggal dunia, Sabtu (3/3/2021) saat sudah menjalani perawatan di RS Soebandi dengan kondisi yang sudah cukup kritis, untuk sopir sendiri sudah diamankan oleh pihak Satlantas Polres Jember guna di lakukan penyelidikan berikut barang bukti sebuah Bus Hino Ladju Nopol N 7639 UW dan sepeda motor Honda Megapro Nopol H 6394 GQ.

Baca juga:

Pengamanan Menjelang Paskah, Sterilisasi Gereja Dilakukan Jajaran Polres Jember

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kanit Lakalantas Jember Ipda Kukun Waluwi saat dikonfirmasi oleh media perihal kejadian yang menewaskan dua orang meninggal dunia tersebut.

”Kejadian tersebut benar adanya, Kami sudah mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan perihal penyebab kecelakaan yang terjadi di Jalan Provinsi Gambirono, untuk korban berinisial RB meninggal ditempat, dan AL sendiri kondisinya kritis sehingga Kami bawa langsung ke Rumah Sakit Dr. Soebandi agar menjalani perawatan, Namun sekitar pagi hari tadi (3/4/21) yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.”Jelasnya.

“Sopir Bus dan barang bukti sudah kami amankan guna dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut di Satlantas Polres Jember.”tambahnya.

Kanit Lakalantas menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada serta berhati-hati dalam berkendara,” saya berharap kepada pengendara kendaraan baik roda dua maupun roda empat, selalu berhati-hati jika mengendarai kendaraan di jalan raya, patuhi aturan berlalu lintas dan tetap safety sesuai aturan, serta jangan menggunakan kecepatan tinggi,”pungkasnya.

Bom Bunuh Diri Pelakunya Affiliasi Kelompok JAD Jolo Filipina

Jakarta, AktualNews– Irjen Pol Argo Yuwono (Kadiv Humas Polri) dalam keteranganya mengenai dua orang pelaku yang tewas dalam bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makasar Jl Kajaolaliddo Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/21), menurutnya pelaku adalah pasangan suami istri yang baru menikah 6 bulan lalu, serta termasuk afiliasi jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Jolo Filipina. Jakarta, Senin (29/3/21).

Irjen Pol Argo juga menerangkan proses penyelidikan yang masih terus berlanjut dalam mengungkap pelaku-pelaku lain, serta untuk korban 19 orang dalam tragedi bom bunuh diri tersebut, masih dalam perawatan dibeberapa rumah sakit, 4 orang diantaranya sudah bisa pulang dengan menjalani rawat jalan.

Penyelidikan terus dilakukan oleh Kepolisian guna mengungkap kejadian bom bunuh diri di depan halaman Katedral Makasar (28/3) termasuk identitas pelaku, tempat lain termasuk rumah pelaku sendiri, guna mencari bukti-bukti lain atas keterlibatan pelaku lain pasca inseden.

“Pasca bom bunuh diri, dengan beredar foto seorang laki-laki mengendarai sepeda motor matic Nopol DD 5984 MD, yang sedang berboncengan dengan seorang wanita. laki-laki tersebut diketahui bernama inisial L sementara yang wanita YSF, pekerjaaan swasta.”Ungkap Irjen Pol Argo dalam keteranganya.

“Sejumlah tempat sudah di geledah untuk mencari bukti-bukti lain, termasuk rumah pelaku. Kita tunggu hasil kerja Kepolisian dalam mengungkap kejadian Bom bunuh diri tersebut. Kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” tambahnya.

Menurut Kadiv Humas Polri pelaku termasuk dalam kelompok serta afiliasi jaringan JAD Jolo Filipina. ” Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina, pelaku termasuk jaringan yang berafiliasi dengan JAD,” ucapnya.

Mengenai Kondisi korban luka pasca inseden bom bunuh diri Irjen Pol Argo Menuturkan “sebanyak 19 orang sudah menjalani perawatan, 13 orang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkari Makasar, 2 orang di Rumah Sakit Siloam, 4 orang lainya sudah bisa pulang dan menjalani rawat jalan.” Tuturnya. (Humas Polri)

ed : roexien esc

Pasca Bom Bunuh diri di Katedral, Kapolri Berharap Masyarakat Tak Panik

Jakarta, Aktual Net – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik pasca-terjadinya aksi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sigit menegaskan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendalami pelaku dari aksi teror tersebut. Korps Bhayangkara menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) usai aksi tersebut.

“Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya,” kata Sigit saat dikonfirmasi, Jakarta. Minggu (28/3/21).

Baca juga:

Cipta Kondisi Rutin dalam Rangka Pengamanan Kunjungan Gubernur Jawa Timur di Jember

Sigit menyebut, pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sejauh ini akan terus melakukan penindakan terhadap para kelompok teroris. Hal itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus para jaringan-jaringan tersebut.

Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir. Mengingat, negara hadir dan tidak akan kalah dengan aksi ataupun serangan teror apapun.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut, Kapolri juga langsung memerintahkan Kadensus 88 untuk ke Makassar untuk melakukan pendalaman terhadap aksi tersebut.

“Kemudian berkaitan ini kegiatan teorisme atau bukan tentunya perintah pak Kapolri siang ini Kadensus berangkat ke Makassar dan tentunya di Makassar sudah ada Korwil Densus dibantu serse Polda dan Polrestabes untuk olah TKP. Kami sudah gelar police line disana dan kami juga sudah menyisir benda apa saja sekecil apapun kami olah TKP,” ujar Argo.

Disisi lain, Argo memastikan bawah, aparat kepolisian menjamin keamanan dari keberlangsungan momentum peringatan Wafat Isa Almasih 2 April 2021 dan perayaan Paskah 4 April 2021 mendatang.

Argo menyebut, Asops Kapolri nantinya akan memberikan petunjuk ke seluruh wilayah terkait melakukan penjagaan dengan melakukan operasi rutin jajaran kepolisian di gereja-gereja.

“Tentunya ada operasi rutin kami tingkatkan dari Asops Kapolri berikan petinjuk ke wilayah terutama berkaitan kegiatan kematian tuhan dan kegiatan paskah ini bagian pengamanan yang kami lakukan, kami serentak kerjakan sama-sama kami ajak seluruh elemen masyarakat ikut amankan memelihara Kamtibmas,” ucap Argo.

“Masyarakat tetap tenang serahkan ke kepolisian untuk lidik, penyidikan dan identifikasi terkait kasus ini,” kata Argo melanjutkan.

Peristiwa diduga bom bunuh diri terjadi di Jalan Kartini, Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Diduga pelaku berjumlah dua menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Mereka diduga langsung meninggal dunia setelah melancarkan aksinya. Saat ini, polisi masih terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi.