Arsip Kategori: Advertorial

Kapolri Meresmikan Monumen Perjuangan dan Bhakti sosial Pahlawan Nasional

Semarang, AktualNews – Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah perjuangan bangsanya, demikian juga Polri yang besar perlu selalu mengingat sejarah perjuangan serta Dharma Bhakti para Tokoh pendahulunya.

Bahwa yang kita ketahui, setelah hampir satu tahun Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 17 Agustus 1945, baru kemudian pada 1 Juli 1946 yaitu hari disatukannya Polisi Indonesia yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia (sistem fragmented) dijadikan sebagai Kepolisian Nasional oleh Perdana Mentri, selanjutnya ditetapkan sebagai hari Bhayangkara.

Namun karena banyaknya masyarakat yang menafsirkan Hari Bhayangkara sebagai Hari Ulang Tahun Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sehingga timbul pertanyaan yang menggelitik, apakah dalam tenggat waktu hampir satu tahun tersebut NKRI tidak memiliki Polri. Padahal Polisi sudah ada sejak Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Sekilas ternyata begini sejarahnya, 3 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan NKRI tanggal 17 Agustus 1945, pada tanggal 21 Agustus 1945 Almarhum Bapak Inspektur Polisi Moechammad Jasin dengan gagah berani mengubah nama Tokubetsu Keisatsu Tai ( Polisi Jepang ) menjadi Polisi Istimewa dan tunduk pada Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baru merdeka beberapa hari.

Kemudian Polisi Istimewa membuktikan
Kesetiaan dan Bhaktinya kepada Negara dan Bangsa Indonesia. Dimana sebagai langkah awal yang dilakukan Polisi Istimewa adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap Tentara Jepang yang kalah perang.

Pada saat ini, sudah sepantasnya kita
tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa khususnya sejarah perjuangan dan dharma bhakti polisi dalam ikut merebut dan mempertahankan Kemerdekaan, sekaligus harus memahami peristiwa yang terjadi sebelum dan setelah bulan Agustus 1945.

Pada tanggal 7 Desember 1941, terjadi
Pengeboman Pearl Harbor berupa serangan dadakan yang dilakukan angkatan laut Jepang terhadap armada pasific angkatan laut Amerika Serikat yang tengah berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Pearl Harbor di Kota Honolulu Pulau Oahu-Hawai.

Kemudian Pada tanggal 10 Januari 1942, Jepang masuk ke Indonesia, dimana Jepang mendarat dengan kekuatan invasi militer untuk pertama kali di Tarakan Kalimantan Utara. Karenanya Belanda akhirnya dibuat tidak kuasa untuk mempertahankan Indonesia dan menyerah pada tanggal 7 Maret 1942. Sejak tanggal 9 Maret 1942, Indonesia secara resmi dijajah oleh Jepang.

Pada tahun 1944 Jepang merekrut pemuda asli pribumi yang diantaranya adalah Moechammad Jasin, mereka dididik sebagai polisi istimewa dengan kemampuan tempur seperti tentara Jepang yang diberi nama Tokubetsu Keisatsutai atau Polisi Istimewa.

Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima dijatuhi bom atom dan pada 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki juga dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Kedua kota tersebut hancur total dan instalasi militer Jepang lumpuh yang membuat berahirnya Perang Dunia Kedua. Kemudian Soekarno-Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Bagi semua anggota Polri semestinya mencatat dan jangan pernah melupakan peristiwa sejarah setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.Pada tanggal 19 Agustus 1945, dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
Pada tanggal 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas 1 atau Letnan Satu Polisi Moechammad Jasin dengan jabatan sebagai Komandan Polisi di Surabaya, memproklamasikan bahwa Pasukan Polisi Istimewa menjadi Polisi Republik Indonesia dan menyatakan untuk bersatu dengan rakyat Indonesia dalam perjuangan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945. Selanjutnya sebagai langkah awal yang dilakukan adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang.

Pada saat ini banyak senior polisi berharap agar tanggal 21 Agustus dapat diresmikan menjadi Hari Bhakti Polri. Pada tanggal 29 September 1945, Presiden Soekarno melantik RS Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian (KKN) RI Pertama dan menempatkan kedudukan Polri dibawah Perdana Mentri.

Kiranya sesuatu yang yang tidak berlebihan apabila Bapak Jendral Polisi RS Sukanto bisa diresmikan sebagai “Bapak Pionir Polri”.

Selanjutnya sama halnya dengan Bapak Jendral Polisi Hoegeng Imam Santoso yang perlu juga untuk bisa ditetapkan sebagai ”Bapak Polisi Jujur”.

Kemudian Bapak Jendral Polisi Prof Dr Awaludin Djamin MPA perlu ditetapkan sebagai “Bapak Pembenahan Polri”.

Demikian sekilas pengingat lupa terkait tentang dimulainya keberadaan dan dharma bhakti POLRI oleh seorang anggota Polri Pahlawan Nasional Komjen Pol Dr H Moechammad Jasin.

Bravo POLRI dalam melaksanakan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja untuk mewujudkan keamanan yang kondusif guna meningkatkan produktifitas masyarakat demi terwujudnya masyarakat yang maju, adil dan makmur.

Untuk itu, pada hari Kamis 25 Maret 2021, Kapolri Jendral Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi meresmikan Monumen Perjuangan dan Bhakti Komjen Pol DR H M. Jasin yang didirikan oleh Alumni AKABRIPOL pertama 1970/Waspada, dibawah pimpinan Kapolri Pada Masanya Jendral Polisi Purnawirawan Drs R Suroyo Bimantoro, sebagai monumen tonggak sejarah perjuangan dan dharma bhakti polisi yang dilakukan oleh seorang tokoh pahlawan nasional pejuang polisi berupa Monumen Perjuangan dan Bhakti Pahlawan Nasional Komjen Pol DR M. JASIN, bertempat di Kesatrian Akademi Kepolisian Negara Republik Indonesia (AKPOL) di Semarang.

Guna mengenang dan sekaligus sebagai penghormatan kepada seorang tokoh Polri Pahlawan Nasional Komjen Pol (P) Moechammad Jasin, sekaligus untuk memberikan Pembinaan Tradisi Santi Aji dan Santi Karma kepada Taruna Akademi Kepolisian sebagai generasi penerus Polri.

Rakernis SSDM Polri, Kapolri Tekankan Pemanfaatan Teknologi Menuju Era 4.0

Jakarta (AktualNews) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) internal SSDM Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/3/2021).

Rakernis SSDM Polri itu bertajuk “Megatrend Indonesia Unggul dari 2020-2045, Bonus Demografi, SDM Unggul dan Menuju 4.0”.

Dalam pengarahannya, Jenderal Sigit menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran SSDM Polri karena bergerak cepat menerapkan program Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan untuk menciptakan SDM yang unggul.

“Apresiasi dan terima kasih atas gerak cepat program Presisi di bidang SSDM menuju SDM unggul,”ungkap Kapolri.

Jenderal Polisi Sigit juga menekankan, karena Indonesia menuju era 4.0, sehingga seluruh aparat Kepolisian harus mampu memanfaatkan teknologi digital dengan baik serta terus menerus meningkatkan kemampuan dalam implementasinya.

“Berbagai tantangan yang dihadapi di lingkungan global, regional dan nasional, SDM Polri harus dikelola dan dikendalikan dengan baik serta mengacu pada arus pembinaan SDM Polri yang berkeunggulan meliputi prinsip integritas, proposional dan partnership,” ujar Jenderal Polisi mantan Kabareskrim Polri itu.

Kapolri menyebut, SDM Polri juga harus memikirkan perasaan dan masa depan dari personel Kepolisian yang sedang bertugas jauh dari Ibu Kota.

“SDM Polri juga harus tahu dan peduli serta memikirkan bagaimana perasaan personel yang jauh dengan SSDM Polri, baik jarak maupun kedekatan personal,” ucap Jenderal Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menyambut baik dari inovasi yang dilakukan oleh SSDM Polri dalam menyediakan pelayanan bagi internal Korps Bhayangkara maupun masyarakat.

“Selaku pimpinan Polri sangat apresiasi inovasi yang telah dikembangkan oleh SSDM Polri yang berisi, sistem informasi personil polri, aplikasi e-yankes (pelayanan kesehatan untuk anggota Polri) dan e-Rekpro dapat diakses oleh masyarakat untk digunakan pendaftaran secara online,” pungkas Kapolri Jenderal Sigit.

Kapolri Meresmikan Launching Etle Nasional, 12 Polda Terapkan Tilang Elektronik

Jakarta (AktualNews) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan launching tilang elektronik atau Elektronic Traffic law enforcement (Etle) nasional tahap I.

Dalam launching tahap pertama ini, ada 12 Polda dengan 244 kamera tilang elektronik yang bakal dioperasikan mulai hari ini.

Launching Etle tahap 1 digelar di gedung NTMC Polri, Jakarta, Selasa (23/3/2021) yang dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung  Muhammad Syarifuddin dan Jaksa Agung TB. Hassanudin turut dalam penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) penegakan hukum.

Selain itu Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo dan beberapa perwakilan instansi lain turut hadir.

Secara virtual Jajaran Dirlantas dari Polda  se-Indonesia juga mengikuti acara Launching Etle Nasional Tahap Pertama ini.

Etle Nasional ini merupakan salah satu implementasi Korlantas Polri yang dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dalam mewujudkan salah satu program prioritas Presisi atau prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam paparannya mengatakan kehadiran tilang elektronik Nasional ini untuk meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya.

Kapolri ingin masyarakat lebih waspada dan tertib berlalulintas karena adanya Etle dapat memantau perilaku pengendara.

Kapolri menegaskan program ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan program keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas ( Kamseltibcarlantas)

“Tentunya perlu ada upaya penegakan hukum agar proses pelaksanaan kegiatan para pengguna jalan betul-betul bisa disiplin, bisa mengutamakan keselamatan dan tentunya menghargai masyarakat lain sesama pengguna jalan,”terang Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di sisi Polri, Jenderal Sigit menekankan upaya penegakan hukum yang transparan lewat Etle. Mantan Kabareskrim ini berharap sistem Etle dapat mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus pemanfaatan teknologi informasi.

“Di sisi Kepolisian, program Etle adalah bagian dari kami untuk melakukan penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi,”jelas Kapolri.

Kapolri juga menegaskan pihaknya akan terus memperbaiki sistem sehingga ke depan penegakan hukum Kepolsian khususnya lalu lintas di jalan tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Tentunya kita sering mendapatkan komplain terkait dengan masalah proses tilang yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota, yang kemudian berpotensi terjadinya penyalahgunaan wewenang,” jelas Kapolri.

Etle nasional ini dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil genap, pelanggaran menggunakan ponsel, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem Etle juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem Etle.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan jajaran Korlantas masih terus bekerja agar penerapan Etle bisa rampung di 34 Polda. Istiono mengatakan sistem Etle terintegrasi dari Polres, Polda hingga Korlantas Polri.

“Konsen tahap pertama ini tentunya akan ditindaklanjuti dengan launching kedua nanti rencananya. Akan kita bangun di 10 polda berikutnya, yang kita rencanakan nanti sekitar 28 april kita resmikan launching kedua, nanti secara bertahap, akan kita laksanakan,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Isitiono.

“Secara teknis di lapangan kita terus bekerja untuk merampungkan program ini secara bertahap hingga 34 polda nanti terpasang semua. Di semua titik yang perlu kita pasang Etle tentunya berdasarkan maping dan analisis kita. Titik mana yanf paling krusial dan perlu kita pasang Etle di situ,” sambung dia.

Kakorlantas menjelaskan Etle nasional mendeteksi seluruh kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Istiono berharap kesadaran masyarakat akan taat berlalu lintas semakin tinggi dengan kehadiran Etle.

“Semua kendaraan yang melanggar intinya kefoto, kepotret, mau nomor khusus, nomor apa saja, pake nomor TNI itu kepotret. Kalau TNI nanti urusannya dikonfirmasi ke temen-temen, kita sudah kerjasama bagaimana mekanismesnya untuk teman-teman TNI, ada konfirmasi disitu,” tuturnya.

“Ini bagian dari kesadaran masyarakat dalam membangun hukum itu sendiri,” pungkas Kapolri.

Berikut 12 Polda yang sudah menerapkan Etle di launching tahap 1 :

  1. Polda Metro Jaya
  2. Polda Jawa Barat
  3. Polda Jawa Tengah
  4. Polda Jawa Timur
  5. Polda Jambi
  6. Polda Sumatera Utara
  7. Polda Riau
  8. Polda Banten
  9. Polda D.I.Y
  10. Polda Lampung
  11. Polda Sulawesi Selatan
  12. Polda Sumatera Barat

Kasatlantas Jember: Peran Orang Tua dan lingkungan, Sangat Penting dalam Keselamatan Berkendara


Jember (AktualNews) –  AKP Jimmy H Manurung saat ditemui dikantor Satlantas Polres Jember menjelaskan bagaimana peranan fungsi dan tugas pokok Satlantas Jember mengenai pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas, dan bagaimana komunikasi serta peranan baik orang tua diruang lingkup keluarga, hingga lingkungan diluar keluarga, di Kantor Satlantas Polres Jember, Jl. Letjen Panjaitan No.46, Lingkungan Kebonsari, Kec. Sumbersari Jember. Senin (23/3/21) pukul 14.30 WIB.

AKP Jimmy H Manurung menuturkan 3 hal diantaranya mengenai bagaimana mengedepankan keselamatan serta keamanaan berlalu lintas, menyampaikan kepada masyarakat bagaimana prosedur terkait Covid-19, serta masyarakat bisa berkolaborasi terkait fungsi pengawasan agar kondisi lalu lintas di Kabupaten Jember bisa baik.

” Kita mengedepankan keselamatan dan keamanaan berlalu lintas, dimasa pandemi covid-19 sesuai prosedur, ya kita sampaikan kepada masyarakat, apa yang menjadi hal baik bukan cuma saya yang harus berfikir mengenai fungsi pengawasan, sebenarnya masyarakat juga bisa berkolaborasi agar situasi lalu lintas yang ada di Jember bisa baik.”terang Jimmy.

Mengenai adanya balap liar yang kerap sering terjadi di wilayah kabupaten Jember, Kasatlantas Jember juga berpendapat ada beberapa faktor yang harus menjadi perhatian diantaranya bentuk perhatian dari orang tua, bagaimana orang tua bisa memberikan edukasi dan bukan hanya bentuk perhatian dari jumlah uang yang mereka berikan kepada anak.

“Mengenai balap liar kita jangan melihat hanya dari satu sisi saja dan ini bukan hanya tanggung jawab dari Satlantas Jember, ada faktor lain yang harus bisa mengedukasi mereka agar tidak melakukan hal hal yang diyakini akan berdampak terhadap keselamatan mereka tatkala mereka melakukan hal lain seperti balap liar,” tambahnya.

“Salah satunya bagaimana bentuk perhatian keluarga atau orang tua untuk bisa memberikan edukasi yang baik, perhatian tersebut bukan hanya  dari berapa banyak uang yang di berikan.

Lebih lanjut Kasatlantas Jember mengunkapkan, “Pengakuan adalah faktor utama kebutuhan manusia, banyak kemungkinan mereka melakukan aksinya, karena mereka merasa nyaman dan diakui berada di lingkungan tersebut dan akhirnya melakukan aksi balap liar. Hal terbaik yang harus sering dilakukan adalah dengan memberikan edukasi dan bentuk pemahaman serta pengakuan terhadap tindakan yang lebih baik, yaitu dengan adanya komunikasi antara orang tua dan anak. “Ungkap AKP Jimmy H Manurung.

AKP Jimmy juga menerangkan bagaimana langkah kedepan perihal balap liar,” ya mungkin memang harus ada sirkuit balapan, saya sudah pernah ketemu serta membahas akan hal tersebut baik, dari pihak dari Dinas Perhubungan dan Pemerintah Daerah, yang ada kaitanya dengan hal ini. Kemungkinan pihak IMI setempat bisa mengajukan kepada Pemda setempat perihal pengajuan tempat sirkuit untuk balapan yang sesuai dengan prosedur keselamatan.

Setelah adanya pengajuan pastinya pihak Pemda akan mengundang pihak Satlantas Jember, Dishub dan PU untuk meninjau tentang bisa atau layaknya tidak kondisi sirkuit yang diajukan.

Jimmy menuturkan Satlantas tidak bisa mengajukan sirkuit, justru orang yang berkompeten di bidang balapan yang harus mengajukan. “saya berharap seluruh lapisan masyarakat yang yang berkompeten dengan hal ini, bisa memberikan edukasi dan pemahaman tentang bagaimana pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas,” tutupnya.

Kapolri Ajak Pemuda Masjid Lawan Radikalisme dan Intoleransi

Jakarta (AktualNews) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima kunjungan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Indonesia (BKPRMI) di Mabes Polri, Senin (22/3/2021).

Dalam pertemuan ini, Kapolri mengatakan, pendekatan dan diskusi dengan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan sangat penting dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia pun menyambut baik dimana bentuk intoleransi yang dilawan dengan moderasi keagamaan yang memerlukan tokoh-tokoh agama.

“Kami juga siap bekerjasama dengan pemuda masjid untuk membangun bangsa,” katanya.

Peran ormas yang peduli bangsa saat ini, kata Kapolri, sudah semakin bagus. Ia pun berharap, basis pemuda masjid sampai tingkat desa harus saling menguatkan.

Selain itu, mantan Kabareskrim ini meminta peran tokoh agama menyosialisasikan 3M dan ketahanan pangan melalui program Kampung Tangguh.

“Prinsipnya Polri siap bekerjasama dan mendukung program-program dalam memerangi hal-hal yang menyerang negara,” ungkapnya.

Mantan Kapolda Banten ini pun mengajak para tokoh dan pemuda agama bersatu membangun bangsa setelah adanya polarisasi di Pilpres dan Pilkada.

Sementara itu, Ketua BKPRMI Said Aldi mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan polisi di daerah dalam membina ustaz, ustazah serta dai dalam menjaga kamtibmas dan menutup kemungkinan adanya radikal masuk ke pemuda Masjid.

“Badan Pemuda Masjid dalam membina ustaz, ustazah dan dai kamtibmas sekalian untuk menutup kemungkinan adanya radikal yang akan masuk ke pemuda Masjid,” katanya.

Ketua Penasehat BKPRMI Idrus Marham mengatakan, basis BKPRMI adalah masjid, maka jika ada masalah di Masjid dapat dikoordinasikan dengan pemuda Masjid.

“Kalau ada bencana maka pemuda masjid ikut mengambil bagian dan bagaimana polanya kerjasama pembinaan masyarakat sesuai dengan ciri karakter masing-masing daerah,” ujarnya.

Harkamtibmas Rutin Wilayah Sumbersari, Sesuai Amanah Kapolres Jember


Jember (AktualNews) – Polsek Sumbersari Polres Jember lakukan kegiatan rutin dalam rangka pemeliharaan Ketertiban Masyarakat di wilayah hukum Polsek Sumbersari Kecamatan Sumbersari, Jember. Sekitar pukul 23.30 (19/3/21) WIB hingga selesai pagi (20/3/21).

Seperti biasanya sebelum kegiatan dilaksanakan, dilakukan apel kesiapan anggota yang dipimpin langsung Kompol Faruk MK (Kapolsek Sumbersari), Iptu Hariyanto (Panit I Lantas Polsek Sumbersari), Iptu Joko S (Panit 1 Sat Reskrim Polsek Sumbersari), jajaran Polsek Sumbersari, Satlantas Jember dan unit Reskrim Polres Jember.

Selama kegiatan patroli dilakukan ditemukan puluhan pemuda yang sedang berkumpul dibundaran depan Kampus Unej Jember, yang disinyalir ada beberapa seberapa motor yang kondisinya tidak layak serta tidak sesuai standart dan pemuda – pemuda tersebut masih berkumpul pada saat pemberlakuan jam malam.

Setelah dilakukan pemeriksaan serta himbauan, beberapa sepeda motor yang kedapatan tidak dilengkapi surat, serta berknalpot brong langsung di amankan ke Mapolsek Sumbersari, pemilik diberikan himbauan protokol kesehatan dan untuk kendaraan sepeda motor bisa diambil langsung ke Mapolsek Sumbersari dengan syarat dilengkapi semua, baik surat kelengkapan kendaraan serta sepeda motor harus dirubah ke standart.

“Kami tindak langsung dengan membawa kendaraan pemilik, sepeda motor yang tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat serta tidak sesuai standart, harus dilengkapi terlebih dahulu dan harus dikembalikan sesuai standartnya, ” tegas Kompol Faruk.

Kompol Faruk menambahkan hal tersebut dilakukan agar ada efek jera, dan kami berharap pemilik bisa menyadari bahwa semuanya hanya demi kenyamanan baik diri mereka dan pengguna jalan lainya.

“Tindakan ini jelas akan kami lakukan, sebagai peringatan dan himbauan agar mereka selalu mematuhi semua aturan yang ada, dalam memiliki kendaraan sesuai standart untuk berkendara dijalan agar tidak menimbulkan hal – hal yang tidak di inginkan, baik untuk diri sendiri dan orang lain, “tambahnya.

Adapun dalam giat patroli tersebut didapati 20 sepeda beserta pemilik yang diperiksa baik surat kelengkapan dan standart kendaraanya, 15 sepeda motor yang diperiksa dilengkapi surat, namun 5 sepeda motor lainya tidak membawa kelengkapan surat kendaran dan tidak sesuai standart.

“Sepeda yang kami periksa sebanyak 20 kendaraan namun ada 5 unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat lengkap, dan untuk pemilik sendiri kami sudah melakukan himbauan serta memberikan pengertian perihal giat patroli serta tindakan yang kami lakukan adalah untuk keamanaan serta ketertiban wilayah, khususnya Kecamatan Sumbersari. “terang Kompol Faruk.

Selama kegiatan pelaksanaan giat rutin Harkamtibmas wilayah Sumbersari, Kapolsek menuturkan giat yang dilaksanakan sudah sesuai dengan apa yang diamanahkan Kapolres Jember yakni mengawali segala kegiatan dengan do’a, lakukan kegiatan dengan niat serta tujuanya untuk ibadah.

“Kami selalu menyampaikan apa yang selalu diamanahkan Kapolres Jember kepada anggota jajaran Polsek Sumbersari Polres Jember, setiap kegiatan yang dilakukan sesuai apa yang dihimbau, agar setiap anggota yang melaksanakan kegiatan hanya dengan niatan untuk beribadah sesuai apa yang telah menjadi tugas, serta himbauan untuk kepentingan masyarakat seutuhnya, ” ungkap Kompol Faruk MK saat selesai melakukan apel konsolidasi bersama jajaran baik Polsek Sumbersari, Satlantas dan anggota jajaran Polres Jember, pagi (20/3).

Panglima TNI dan Kapolri Meninjau Pelaksanaan Vaksinasi di Surabaya

Surabaya (AktualNews) – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi Forkopimda Jatim, Gubernur, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim. Kamis (18/3/2021) siang, meninjau jalannya Vaksinasi tahap kedua bagi Prajurit TNI/ Polri di Puskesmas Gayungan, Surabaya dan di Mapolda Jatim.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menjelaskan, untuk Vaksinasi prajurit TNI dan Polri tahap kedua berjalan lancar dan sesuai. Kami menghimbau kepada seluruh prajurit TNI dan Polri. Setelah di Vaksin baik yang pertama maupun kedua, tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Memakai masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan.

“Saya menghimbau kepada seluruh prajurit TNI/ Polri, meski sudah menjalani vaksinasi, tetap patuhi Prokes,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, usai meninjau vaksinasi di Mapolda Jatim, Kamis (18/3/2021) sore.

Ditambahkan Panglima TNI, meski sudah dilakukan Vaksinasi, bukan brarti badan kebal dari penyakit atau Virus Corona. Namun diharapkan setelah di vaksinasi kedua, anti boddy naik bisa kuat menghadapi Covid-19.

Setelah disuntik nanti dan diturunkan ke wilayah-wilayah sebagai tenaga Vaksinator untuk membantu program percepatan Vaksinasi Nasional untuk tetap mematuhi Prokes dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes.

“Setelah di suntik vaksin bukan brarti badan kebal dari penyakit atau dari virus corona. Melainkan, agar anti boddy naik dan kuat mengahadapi covid-19,” tambahnya.

“Nantinya prajurit TNI/ Polri akan diterjunkan untuk membantu program percepatan vaksinasi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, hari ini saya bersama dengan Bapak Panglima TNI, meninjau kegiatan Vaksinasi yang dilaksanakan di Puskesmas dan di Polda Jatim untuk prajurit TNI dan Polri.

“Hari ini saya bersama bapak panglima TNI meninjau vaksinasi bagi prajurit TNI/ Polri di dua lokasi di Jatim,” ungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Saat ini di Provinsi Jawa Timur, tingkat penyebaran Covid-19 sudah alami menurun. Turunya angka penyebaran Covid-19 di wilayah Jatim ini, dimulai dari kegiatan Kampung Tangguh Semeru sampai PPKM Skala Mikro.

Hal ini diketahui setelah dipaparkan oleh Gubernur Jawa Timur dan Kapolda Jatim. Provinsi Jawa Timur saat ini menjadi salah satu wilayah terbaik dalam penanggulangan penanganan Covid-19.

“Penyebaran Covid-19 di wilayah jatim sudah alami penurunan, ini setelah adanya kegiatan kampung tangguh semeru dan penerapan PPKM skala mikro,” jelasnya.

Turunnya laju penyebaran Covid-19 di wilayah jatim ini, selain ada kegiatan Kampung Tangguh Semeru dan penerapan PPKM skala mikro. Kuncinya juga adalah kesadaran dan disiplin masyarakat di Jawa Timur. Untuk menerapkan protokol kesehatan.

Panglima TNI Bersama Kapolri Tinjau Vaksinasi, Persiapan Pengamanan Mudik Lebaran

Jakarta (AktualNews) – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau proses vaksinasi terhadap personel TNI-Polri di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/3/2021).

Kapolri Listyo Sigit mengatakan, vaksinasi dilakukan dalam rangka menpersiapkan persolen TNI-Polri melakukan pengamanan Hari Raya Idul Fitri.

“Vaksinasi terhadap personel TNI-Polri ini di persiapkan untuk  pengamanan dan menghadapi Hari Raya Idul Fitri,” kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya.

Sigit mengingatkan, meskipun telah mendapat vaksin, personel TNI-Polri harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M.

Sementara Panglima menegaskan, vaksinasi terhadap personel TNI-Polri serta masyarakat ini sebagai bentuk mensukseskan program pemerintah dalam melaksanakan Vaksinasi yang bertujuan untuk membangun dan menumbuhkan ekonomi di Indonesia.

“Tujuan pemerintah vaksinasi merata ini, untuk membangun dan menumbuhkan ekonomi di Indonesia,” tutur Panglima.

Provinsi Jawa Tengah merupakan sentra arus mudik Lebaran. Dalam vaksinasi ini, sebanyak 1.774 personel TNI-Polri telah mendapatkan vaksin sedangkan untuk Tenaga medis sebanyak 93 orang dan 50 peserta lansia.

Dalam kunjungannya, Panglima TNI dan Kapolri didampingi Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, Pangdam IV Dipenogoro, Mayjen TNI Rudianto, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo.

KPI Audiensi Bersama Polri, Bahas Persiapan Hari Penyiaran Nasional

Jakarta (AktualNews) – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melakukan audiensi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diwakili oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. Ada beberapa hal yang dibahas pada jesempatan itu diantaranya peringatan Hari Penyiaran Nasional tanggal 28 Maret-1 April 2021 di Jawa Tengah (Jateng).

Baca juga:

Kapolres Jember Meresmikan Kantor Polsek Ajung

Unit Reskrim Polres Batu, Membekuk Pelaku Aksi Kejahatan dengan Bondet

Argo menyampaikan, terkait dengan peringatan Hari Penyiaran Nasional, aparat kepolisian khususnya Polda Jawa Tengah dan Polres Solo bakal melakukan pengamanan.

“Polresta Solo dan Polda Jawa Tengah telah berkolaborasi perihal pengamanan dan pengawalan pada saat pelaksanaan kegiatan,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/3/2021).

Selain membahas soal Hari Penyiaran Nasional, Argo juga memaparkan sejumlah kegiatan Polri yang dewasa ini dilakukan serba online setelah menghadapi Pandemi Covid-19.

Jenderal bintang dua itu menyampaikan soal peran dan fungsi Polri dalam menyukseskan program vaksinasi nasional kepada KPI. Pasalnya, Korps Bhayangkara menyiapkan 13.500 tenaga vaksinator dan 40.000 Bhabinkamtibmas yang bertugas melaksanakan tracer. “Semua kegiatan guna mempercepat penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar Argo.

Disisi lain, Argo menyebut, saat ini Polri juga telah memiliki Platform Televisi Streaming yaitu Polri TV dan Radio yang bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat secara update dan mengurangi penyebaran pemberitaan yang kurang baik.

Di kesempatan itu, Ketua KPI Agung Suprio menjelaskan bahwa kegiatan audiensi ini sekaligus menyampaikan harapannya agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat berkenan hadir pada peringatan Hari Penyiaran Nasional tersebut.

“Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak Kapolri untuk hadir pada puncak acara Peringatan Hari Penyiaran Nasional,” kata dia.

Menurut Agung, kegiatan tersebut rencananya bakal dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dan para direktur televisi.

“Pelaksanaan hari puncak peringatan Hari Penyiaran Nasional akan disiarkan di 16 Stasiun Televisi Nasional,” tutup Agung.

Kapolres Jember Meresmikan Kantor Polsek Ajung

Jember (AktualNews) – Kapolres Jember meresmikan Kantor Polsek Ajung yang dulunya dikenal Polsub Sektor Ajung, hal tersebut berdasarkan intruksi Kapolri, Surat Kepolisian Nomor B/1278/II/OTL.1.1.1./2021/24 Februari 2021, acara peresmian dihadiri Forkopimda Jember, Kabag, Kasat, Kapolsek serta jajaran Polres Jember dan Kepala Desa se Kecamatan Ajung, rabu (17/3/2021).

Peresmian Kantor baru Polsek Ajung yang lokasinya berdekatan dengan stadion JSG Ajung Kabupaten Jember Oleh AKBP Arif Rahman Arif (Kapolres Jember) Kantor baru Polsek Ajung yang lokasinya berdekatan dengan stadion JSG Ajung Kabupaten Jember.

Lanjutkan membaca Kapolres Jember Meresmikan Kantor Polsek Ajung