Semua tulisan dari Admin

Kapolres Jember: Selamat Bergabung dengan Tugas Baru di Polres Jember

Jember, Aktual Net – Mantan Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Kadek Ary Mahardika menjabat sebagai Wakapolres Jember yang baru di wilayah hukum Polres Jember, dengan menggantikan Kompol Windy Syafutra yang pindah tugas ditempat yang baru di Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Pergantian tersebut atau serah terima jabatan di pimpin langsung oleh Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, di halaman Mapolres Jember, Jumat pagi (26/3/2021).

Kapolres Jember mengungkapkan bahwa, pergantian jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier personil Polri dalam mengembangkan baik pribadi dan jenjang karier selanjutnya.

“Serah terima jabatan ini adalah bagian dari mekanisme yang ada dan harus dilaksanakan terhadap pembinaan karier di ruang lingkup Kepolisian Republik Indonesia, serta bekal bagi personil dalam mengembangkan baik diri pribadi maupun jenjang karier berikutnya, di kepolisian Republik Indonesia khususnya. ” Jelas AKBP Arif Rachman.

Kapolres Jember juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kompol windy Syafutra yang sudah mendampingi dirinya sekitar 142 hari dalam mengemban tugas di kepolisian resort Jember.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kompol Windy, dan saya berharap kompol Windy  bisa lebih sukses ditempat baru serta jabatan baru di Kepolisian Daerah Jawa Timur,” ucapnya.

Kepada Wakapolres yang baru, Arif mengatakan, selamat bergabung di Polres Jember, Kapolres meminta kepada Wakapolres Jember yang baru agar segera bisa menyesuaikan diri.

“Saya ucapkan selamat bergabung dalam mengemban tugas baru, wilayah baru di Kepolisian Resort Jember, Saya berharap dengan adanya penyegaran ini, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih baik lagi,” ungkap Kapolres Jember.

Forkopimda Berikan Fasilitas, Kongres HMI Berjalan Lancar, Aman dan Kondusif

Surabaya, Aktual Net – Gubernur Jatim, Pangdam V / Brawijaya dan Kapolda Jatim, melakukan silaturahmi dengan Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI), di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Jumat siang (26/3/2021).

Demisioner PJ Ketua Umum HMI, dan Ketua terpilih bersama formatur Ketua Umum PB HMI, Menyampaikan Terima kasih kepada Gubernur Jatim, Pangko Armada II, Pangdam V Brawijaya, Danlanud Juanda TNI AL, Danlanud Muljono TNI AU atas fasilitas serta Pengamanan yang diberikan selama Kegiatan Kongres HMI Ke XXXI berlangsung di Surabaya Jawa Timur.

Dalam Kegiatan tersebut Sekjen HMI menyampaikan ucapan terima kasih kepada Forkopimda Jatim atas kelancaran terselenggaranya Kongres HMI Ke XXXI, dan rasa yang sangat Berkesan Ketika rombongan penggembira HMI diberikan Fasilitas berkunjung ketempat tempat wisata di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, selamat atas ketua terpilihnya ketua umum yang baru. ”Terimakasih atas kelancaran Kegiatan Kongres HMI Ke XXXI di Surabaya, dan selamat atas terpilihnya saudara Raihan Ariatama sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2021-2023,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta, menjelaskan, pengamanan kongres Himpunan Mahasiswa Islam ke XXXI tahun 2021, yang sudah berakhir Kamis lalu (25/3/2021) berjalan lancar dan kondusif.

“Saat itu kami bersama sama Pangdam V Brawijaya dan Sekdaprov melaksanakan pengamanan jalannya Kongres dan Alhamdulillah kegiatan kongres tanggal 17– 25 Maret 2021 berjalan aman dan kondusif,” kata Kapolda Jatim.

Kapolda Jatim menambahkan, pelaksanaan pengamanan bersama Forkopimda Jatim ini, dalam rangka mensukseskan Kongres HMI.

“Untuk pengamanan sendiri, Polda Jatim dengan Forkopimda Jatim yaitu Gubernur Jatim, Pangko Armada II, Pangdam V Brawijaya, Danlanud Juanda TNI AL, Danlanud Muljono TNI AU selama hampir seminggu ini bekerjasama dengan Ketua HMI sebelumnya, periode 2019-2021 dan Ketua panitia Kongres HMI. Sehingga pengamanan kongres berjalan dengan baik,” tambahnya.

Vaksinasi Wartawan di Polda Jatim

Surabaya, Aktual Net – Sekitar seratus wartawan yang biasa bekerja di lingkup Polda Jatim. Hari ini mengikuti Vaksinasi Covid-19, di Gedung Pres Rilis polda jatim.

Vaksinasi Covid-19 bagi awak media ini juga sudah dilakukan di beberapa daerah di wilayah jawa timur.

Yudha Wardana, salah satu jurnalis NETtv yang biasa melakukan peliputan di polda jatim menyebutkan, bahwa ia merasa lega setelah di vaksin Covid-19. Karena selama ini bekerja di lapangan bertemu dengan banyak orang. Sehingga, vaksinasi ini bisa mencegah masuknya virus kedalam tubuh.

“Saya lega setelah ikut vaksinasi Covid-19 di polda jatim. Karena pekerja media ini kan bertemu banyak orang, sehingga jurnalis memang perlu mendapatkan Vaksinasi,” kata Yudha Wardana, usai di Vaksin, Jumat (26/3/2021) pagi.

Sementara itu Dokter Aullia Dewi , Sp. EM, menjelaskan, gelombang pertama Vaksinasi Covid-19 diperuntukkan bagi Tenaga Kesehatan (Nakes). Sementara untuk Vaksinasi Covid-19 di gelombang kedua ini, diperuntukkan bagi pelayan publik salah satunya pekerja media.

“Vaksin Covid-19 gelombang pertama diperuntukkan bagi Nakes. Sedangkan vaksin kedua memang diperuntukkan bagi pelayan publik seperti pekerja media,” kata dr. Aullia Dewi , Sp. EM.

Fungsi vaksin sendiri sebenarnya membantu tubuh manusia untuk mengenal virus. Vaksin yang diterima oleh pemerintah yakni vaksin Sinovac. Dimana fungsinya untuk mematikan virus. Sementara untuk vaksin yang kedua atau dosis kedua, nantinya diharapkan bisa membuat anti body terbentuk.

“Vaksin ini sebenarnya membantu tubuh manusia agar bisa mengenal virus. Karena yang diterima oleh pemerintah saat ini adalah vaksin sinovac,” tambahnya.

Disinggung soal apakah setelah di vaksin, seseorang itu bisa terkena kembali Covid-19?

Dijelaskan, bahwa tubuh ini sudah mengenal dengan Covid-19, setelah disuntik vaksin. Kemungkinan akan kebal, namun virus Covid-19 ini jenis MRNA. Dimana cepat sekali mutasi genetiknya. Sehingga manusia akan bisa kena kembali namun tidak parah seperti sebelum disuntik vaksin.

“Meski sudah di vaksin, orang itu bisa kembali kena Covid-19. Namun, meski kena tidak begitu parah seperti sebelum di suntik Vaksin,” pungkasnya.

Kompol Windy Syafutra: Kasih Sayang yang diberikan kepada Anak Yatim, akan Melembutkan Hati

Jember, AktualNews – Di masa pandemi COVID-19 ini, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, SIK, MH memberikan santunan rutin kepada 25 Anak Yatim Yayasan Ar Roudoh Baratan Kec. Patrang. bertempat di Masjid Mal’jaul Abidin Mapolres Jember, Kamis (25/03) 2021 pukul 19.15 WIB.

Kegiatan santunan hari ini dihadiri Kompol Windy Syafutra, SH, SIK, M.Med Kom (Waka Polres Jember), Para Kabag , Kasat , PJU Polres Jember, Ust. Ahmad (Pengasuh Yayasan Ar Roudoh ) dan 25 anak yatim Yayasan Ar Roudoh Baratan Kec. Patrang.

Wakapolres Jember Kompol Windy Syafutra SH, SIK, M.Med Kom menyampaikan, “Bahwa memberikan santunan kepada anak yatim piatu sering menjadi pilihan masyarakat dalam berbagi rezeki kepada sesama. Menyantuni anak yatim dapat selalu menjadi kesempatan baik sebagai kegiatan berbagi persamaan”. katanya.

“Kepedulian terhadap anak yatim piatu dapat dikatakan sebagai suatu tradisi dan kebiasaan yang telah mengakar sepanjang sejarah. Menyantuni anak yatim piatu tidak terlepas dari keutamaan untuk memberikan dan memperhatikan semua kehidupan hidupnya misalnya makan, minum, pakaian, pengasuhan dan ajaran agama,” ujarnya.

Wakapolres juga menuturkan, anak yatim piatu merupakan amanah yang Allah SWT berikan kepada manusia yang berakal. Mereka diamanahkan untuk disantuni sebagaimana menyantuni diri sendiri dan keluarga.

“Orang-orang yang menanggung anak yatim piatu dan mengasihinya maka Allah SWT akan melembutkan hatinya dan mencukupi kebutuhan sehari harinya. Sebab orang yang mengasihi anak yatim piatu maka ia akan menjadi figur orang tua bagi mereka. Kasih sayang yang diberikan kepada anak yatim piatu akan melembutkan hatinya,” ucap Wakapolres.

“Adapun Kegiatan pemberian bantuan santunan kepada anak yatim piatu ini merupakan bentuk kepedulian dan silaturrahmi terhadap sesama serta merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Kamis malam jumat,” pungkas Wakapolres.

Kapolda Jatim: Alhamdulillah kongres HMI ke 31 Berjalan Aman, Tertib dan Kondusif

Surabaya, AktualNews – Gubernur Jawa Timur, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Seksaprov) Jatim Heru Tjahjono, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kamis (25/3/2021) sore, meninjau jalannya kongres HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) ke XXXI, yang dilaksanakan di Gedung Islamic Centre, Kota Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, menjelaskan, bahwa hari ini bersama dengan Sekda Provinsi, Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada dan Danlanud. Bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan kongres ke 31 HMI di Surabaya yang telah selesai dan berjalan lancar.

“Hari ini saya, bersama pangdam dan pak sekdaprov. Meninjau jalannya kongres ke 31 HMI di Kota Surabaya. Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan aman dan kondusif sampai hari terakhir,” jelas Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, saat meninjau kongres HMI di Islamic Center, Kamis (25/3/2021) sore.

Ditambahkan Kapolda Jatim, pelaksanaan pengamanan bersama Forkopimda Jatim ini, dalam rangkah mensukseskan kongres HMI ke 31. Ada dua hal yang kami amankan, yakni kongres yang ada didalam gedung Islamic Center dan simpatisan yang datang sekitar 1.303 yang berasal dari Makassar.

“Ada dua hal yang kami amankan, pertama kegiatan yang didalam gedung, kedua simpatisan HMI dari Makassar yang datang sekitar 1.303 orang,” tambahnya.

Untuk pengamanan sendiri, Polri (Polda Jatim) selama hampir seminggu ini. Bekerjasama dengan Ketua HMI sebelumnya periode 2019-2021 dan Ketua panitia kongres HMI. Sehingga pengamanan dan kegiatan ini berjalan dengan baik.

HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sendiri adalah organisasi yang mencetak pemimpin bangsa. Dan hari ini juga sudah mempunyai ketua umum yang baru.

“Organisasi HMI ini adalah organisasi yang baik, dimana menghasilkan pemimpin-pemimpin Negara. Yang lahir dari organisasi HMI,” jelas Kapolda.

Kami mendorong agar kedepan Organisasi ini bisa berjalan dengan baik, dan bisa sinergi dengan Pemerintah dan masyarakat yang lain guna membangun Bangsa Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Sementara itu Arya, Ketua Umum HMI sebelumnya menyebutkan, bahwa dirinya bersama dengan panitia kongres ke 31 HMI. Mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Provinsi, Pangdam V Brawijaya dan Polda Jawa Timur. Telah membantu mengamankan jalannya kongres HMI ke 31 di Kota Surabaya. Sehingga kongres HMI bisa berjalan aman, tertib dan kondusif.

“Saya ucapkan terima kasih untuk Forkopimda Jatim, sehingga kegiatan kongres HMI. Bisa berjalan dengan baik dan tertib,” ucap Arya, Ketua umum HMI, periode 2019-2021.

Hari ini adalah terakhir agenda kongres HMI yang telah terpilih ketua umum baru yakni, Raihan Ariyatama terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) periode 2021-2023.

Dalam proses berjalannya, kongres di surabaya ini berjalan baik dan lancar. Kegiatan ini menjadi aman dan lancar karena adanya dukungan penuh dari Forkopimda Jatim.

Kapolri Meresmikan Monumen Perjuangan dan Bhakti sosial Pahlawan Nasional

Semarang, AktualNews – Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah perjuangan bangsanya, demikian juga Polri yang besar perlu selalu mengingat sejarah perjuangan serta Dharma Bhakti para Tokoh pendahulunya.

Bahwa yang kita ketahui, setelah hampir satu tahun Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 17 Agustus 1945, baru kemudian pada 1 Juli 1946 yaitu hari disatukannya Polisi Indonesia yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia (sistem fragmented) dijadikan sebagai Kepolisian Nasional oleh Perdana Mentri, selanjutnya ditetapkan sebagai hari Bhayangkara.

Namun karena banyaknya masyarakat yang menafsirkan Hari Bhayangkara sebagai Hari Ulang Tahun Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sehingga timbul pertanyaan yang menggelitik, apakah dalam tenggat waktu hampir satu tahun tersebut NKRI tidak memiliki Polri. Padahal Polisi sudah ada sejak Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Sekilas ternyata begini sejarahnya, 3 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan NKRI tanggal 17 Agustus 1945, pada tanggal 21 Agustus 1945 Almarhum Bapak Inspektur Polisi Moechammad Jasin dengan gagah berani mengubah nama Tokubetsu Keisatsu Tai ( Polisi Jepang ) menjadi Polisi Istimewa dan tunduk pada Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baru merdeka beberapa hari.

Kemudian Polisi Istimewa membuktikan
Kesetiaan dan Bhaktinya kepada Negara dan Bangsa Indonesia. Dimana sebagai langkah awal yang dilakukan Polisi Istimewa adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap Tentara Jepang yang kalah perang.

Pada saat ini, sudah sepantasnya kita
tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa khususnya sejarah perjuangan dan dharma bhakti polisi dalam ikut merebut dan mempertahankan Kemerdekaan, sekaligus harus memahami peristiwa yang terjadi sebelum dan setelah bulan Agustus 1945.

Pada tanggal 7 Desember 1941, terjadi
Pengeboman Pearl Harbor berupa serangan dadakan yang dilakukan angkatan laut Jepang terhadap armada pasific angkatan laut Amerika Serikat yang tengah berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Pearl Harbor di Kota Honolulu Pulau Oahu-Hawai.

Kemudian Pada tanggal 10 Januari 1942, Jepang masuk ke Indonesia, dimana Jepang mendarat dengan kekuatan invasi militer untuk pertama kali di Tarakan Kalimantan Utara. Karenanya Belanda akhirnya dibuat tidak kuasa untuk mempertahankan Indonesia dan menyerah pada tanggal 7 Maret 1942. Sejak tanggal 9 Maret 1942, Indonesia secara resmi dijajah oleh Jepang.

Pada tahun 1944 Jepang merekrut pemuda asli pribumi yang diantaranya adalah Moechammad Jasin, mereka dididik sebagai polisi istimewa dengan kemampuan tempur seperti tentara Jepang yang diberi nama Tokubetsu Keisatsutai atau Polisi Istimewa.

Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima dijatuhi bom atom dan pada 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki juga dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Kedua kota tersebut hancur total dan instalasi militer Jepang lumpuh yang membuat berahirnya Perang Dunia Kedua. Kemudian Soekarno-Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Bagi semua anggota Polri semestinya mencatat dan jangan pernah melupakan peristiwa sejarah setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.Pada tanggal 19 Agustus 1945, dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
Pada tanggal 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas 1 atau Letnan Satu Polisi Moechammad Jasin dengan jabatan sebagai Komandan Polisi di Surabaya, memproklamasikan bahwa Pasukan Polisi Istimewa menjadi Polisi Republik Indonesia dan menyatakan untuk bersatu dengan rakyat Indonesia dalam perjuangan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945. Selanjutnya sebagai langkah awal yang dilakukan adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang.

Pada saat ini banyak senior polisi berharap agar tanggal 21 Agustus dapat diresmikan menjadi Hari Bhakti Polri. Pada tanggal 29 September 1945, Presiden Soekarno melantik RS Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian (KKN) RI Pertama dan menempatkan kedudukan Polri dibawah Perdana Mentri.

Kiranya sesuatu yang yang tidak berlebihan apabila Bapak Jendral Polisi RS Sukanto bisa diresmikan sebagai “Bapak Pionir Polri”.

Selanjutnya sama halnya dengan Bapak Jendral Polisi Hoegeng Imam Santoso yang perlu juga untuk bisa ditetapkan sebagai ”Bapak Polisi Jujur”.

Kemudian Bapak Jendral Polisi Prof Dr Awaludin Djamin MPA perlu ditetapkan sebagai “Bapak Pembenahan Polri”.

Demikian sekilas pengingat lupa terkait tentang dimulainya keberadaan dan dharma bhakti POLRI oleh seorang anggota Polri Pahlawan Nasional Komjen Pol Dr H Moechammad Jasin.

Bravo POLRI dalam melaksanakan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja untuk mewujudkan keamanan yang kondusif guna meningkatkan produktifitas masyarakat demi terwujudnya masyarakat yang maju, adil dan makmur.

Untuk itu, pada hari Kamis 25 Maret 2021, Kapolri Jendral Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi meresmikan Monumen Perjuangan dan Bhakti Komjen Pol DR H M. Jasin yang didirikan oleh Alumni AKABRIPOL pertama 1970/Waspada, dibawah pimpinan Kapolri Pada Masanya Jendral Polisi Purnawirawan Drs R Suroyo Bimantoro, sebagai monumen tonggak sejarah perjuangan dan dharma bhakti polisi yang dilakukan oleh seorang tokoh pahlawan nasional pejuang polisi berupa Monumen Perjuangan dan Bhakti Pahlawan Nasional Komjen Pol DR M. JASIN, bertempat di Kesatrian Akademi Kepolisian Negara Republik Indonesia (AKPOL) di Semarang.

Guna mengenang dan sekaligus sebagai penghormatan kepada seorang tokoh Polri Pahlawan Nasional Komjen Pol (P) Moechammad Jasin, sekaligus untuk memberikan Pembinaan Tradisi Santi Aji dan Santi Karma kepada Taruna Akademi Kepolisian sebagai generasi penerus Polri.

Bendera Hijau Indikator Desa Dukuh Dempok di Zona Hijau

Jember, AktualNews – Kapolsek Wuluhan Polres Jember AKP Sugeng Piyanto, SH bersama unsur Muspika melakukan Peninjauan Posko PPKM Mikro yang didirikan di Desa Dukuhdempok kecamatan Wuluhan kabupaten Jember, siang tadi. Rabu (24/3/21).

Dalam kegiatan ini, Kapolsek Wuluhan yang didampingi Kanit Binmasnya IPDA Handoko Dhardak bersama unsur Muspika Wuluhan melakukan pengecekan kesiapan posko PPKM Mikro yang dibentuk di dusun Wuluhan desa Dukuhdempok.

Selain melakukan pengecekan kesiapan Posko, Muspika Wuluhan melaksanakan pemasangan Bendera Hijau sebagai indikator bahwa di posko PPKM Mikro Dukuh Dempok berada di Zona Hijau.

Dalam sambutanya, Kapolsek Wuluhan AKP Sugeng Piyanto, SH. mengatakan bahwasannya Posko PPKM mikro yang didirikan oleh desa Dukuhdempok

Secara keseluruhan sudah memenuhi unsur yang ada dan petugasnya sudah memahami apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

” Yang menjadi tugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Posko PPKM Mikro adalah membantu melakukan Tracking, apabila telah terdeteksi masyarakat yang bergejala dan terkonfirmasi langsung dikoordinasi dengan Puskesmas untuk melakukan Testing.”Kata AKP Sugeng.

Sebelum memasuki acara ramah tamah, Kapolsek Wuluhan sebagai perwakilan dari unsur Muspika menyematkan Bendera Warna Hijau secara Simbolis.

“Mengenai hal ini, Kerjasama Petugas posko dengan masyarakat sangat dibutuhkan, jika terdapat pasien penderita Covid-19 yang di isolasi secara mandiri di rumahnya. Agar dilakukan pengawasan dengan ketat hingga menyelesaikan proses isomannya untuk mencegah penularan kepada masyarakat lainnya,” tutup AKP Sugeng.

Baca juga:

Rakernis SSDM Polri, Kapolri Tekankan Pemanfaatan Teknologi Menuju Era 4.0

Kapolri Meresmikan Launching Etle Nasional, 12 Polda Terapkan Tilang Elektronik

Rakernis SSDM Polri, Kapolri Tekankan Pemanfaatan Teknologi Menuju Era 4.0

Jakarta (AktualNews) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) internal SSDM Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/3/2021).

Rakernis SSDM Polri itu bertajuk “Megatrend Indonesia Unggul dari 2020-2045, Bonus Demografi, SDM Unggul dan Menuju 4.0”.

Dalam pengarahannya, Jenderal Sigit menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran SSDM Polri karena bergerak cepat menerapkan program Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan untuk menciptakan SDM yang unggul.

“Apresiasi dan terima kasih atas gerak cepat program Presisi di bidang SSDM menuju SDM unggul,”ungkap Kapolri.

Jenderal Polisi Sigit juga menekankan, karena Indonesia menuju era 4.0, sehingga seluruh aparat Kepolisian harus mampu memanfaatkan teknologi digital dengan baik serta terus menerus meningkatkan kemampuan dalam implementasinya.

“Berbagai tantangan yang dihadapi di lingkungan global, regional dan nasional, SDM Polri harus dikelola dan dikendalikan dengan baik serta mengacu pada arus pembinaan SDM Polri yang berkeunggulan meliputi prinsip integritas, proposional dan partnership,” ujar Jenderal Polisi mantan Kabareskrim Polri itu.

Kapolri menyebut, SDM Polri juga harus memikirkan perasaan dan masa depan dari personel Kepolisian yang sedang bertugas jauh dari Ibu Kota.

“SDM Polri juga harus tahu dan peduli serta memikirkan bagaimana perasaan personel yang jauh dengan SSDM Polri, baik jarak maupun kedekatan personal,” ucap Jenderal Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menyambut baik dari inovasi yang dilakukan oleh SSDM Polri dalam menyediakan pelayanan bagi internal Korps Bhayangkara maupun masyarakat.

“Selaku pimpinan Polri sangat apresiasi inovasi yang telah dikembangkan oleh SSDM Polri yang berisi, sistem informasi personil polri, aplikasi e-yankes (pelayanan kesehatan untuk anggota Polri) dan e-Rekpro dapat diakses oleh masyarakat untk digunakan pendaftaran secara online,” pungkas Kapolri Jenderal Sigit.

Kapolri Meresmikan Launching Etle Nasional, 12 Polda Terapkan Tilang Elektronik

Jakarta (AktualNews) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan launching tilang elektronik atau Elektronic Traffic law enforcement (Etle) nasional tahap I.

Dalam launching tahap pertama ini, ada 12 Polda dengan 244 kamera tilang elektronik yang bakal dioperasikan mulai hari ini.

Launching Etle tahap 1 digelar di gedung NTMC Polri, Jakarta, Selasa (23/3/2021) yang dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung  Muhammad Syarifuddin dan Jaksa Agung TB. Hassanudin turut dalam penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) penegakan hukum.

Selain itu Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo dan beberapa perwakilan instansi lain turut hadir.

Secara virtual Jajaran Dirlantas dari Polda  se-Indonesia juga mengikuti acara Launching Etle Nasional Tahap Pertama ini.

Etle Nasional ini merupakan salah satu implementasi Korlantas Polri yang dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dalam mewujudkan salah satu program prioritas Presisi atau prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam paparannya mengatakan kehadiran tilang elektronik Nasional ini untuk meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya.

Kapolri ingin masyarakat lebih waspada dan tertib berlalulintas karena adanya Etle dapat memantau perilaku pengendara.

Kapolri menegaskan program ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan program keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas ( Kamseltibcarlantas)

“Tentunya perlu ada upaya penegakan hukum agar proses pelaksanaan kegiatan para pengguna jalan betul-betul bisa disiplin, bisa mengutamakan keselamatan dan tentunya menghargai masyarakat lain sesama pengguna jalan,”terang Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di sisi Polri, Jenderal Sigit menekankan upaya penegakan hukum yang transparan lewat Etle. Mantan Kabareskrim ini berharap sistem Etle dapat mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus pemanfaatan teknologi informasi.

“Di sisi Kepolisian, program Etle adalah bagian dari kami untuk melakukan penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi,”jelas Kapolri.

Kapolri juga menegaskan pihaknya akan terus memperbaiki sistem sehingga ke depan penegakan hukum Kepolsian khususnya lalu lintas di jalan tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Tentunya kita sering mendapatkan komplain terkait dengan masalah proses tilang yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota, yang kemudian berpotensi terjadinya penyalahgunaan wewenang,” jelas Kapolri.

Etle nasional ini dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil genap, pelanggaran menggunakan ponsel, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem Etle juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem Etle.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan jajaran Korlantas masih terus bekerja agar penerapan Etle bisa rampung di 34 Polda. Istiono mengatakan sistem Etle terintegrasi dari Polres, Polda hingga Korlantas Polri.

“Konsen tahap pertama ini tentunya akan ditindaklanjuti dengan launching kedua nanti rencananya. Akan kita bangun di 10 polda berikutnya, yang kita rencanakan nanti sekitar 28 april kita resmikan launching kedua, nanti secara bertahap, akan kita laksanakan,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Isitiono.

“Secara teknis di lapangan kita terus bekerja untuk merampungkan program ini secara bertahap hingga 34 polda nanti terpasang semua. Di semua titik yang perlu kita pasang Etle tentunya berdasarkan maping dan analisis kita. Titik mana yanf paling krusial dan perlu kita pasang Etle di situ,” sambung dia.

Kakorlantas menjelaskan Etle nasional mendeteksi seluruh kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Istiono berharap kesadaran masyarakat akan taat berlalu lintas semakin tinggi dengan kehadiran Etle.

“Semua kendaraan yang melanggar intinya kefoto, kepotret, mau nomor khusus, nomor apa saja, pake nomor TNI itu kepotret. Kalau TNI nanti urusannya dikonfirmasi ke temen-temen, kita sudah kerjasama bagaimana mekanismesnya untuk teman-teman TNI, ada konfirmasi disitu,” tuturnya.

“Ini bagian dari kesadaran masyarakat dalam membangun hukum itu sendiri,” pungkas Kapolri.

Berikut 12 Polda yang sudah menerapkan Etle di launching tahap 1 :

  1. Polda Metro Jaya
  2. Polda Jawa Barat
  3. Polda Jawa Tengah
  4. Polda Jawa Timur
  5. Polda Jambi
  6. Polda Sumatera Utara
  7. Polda Riau
  8. Polda Banten
  9. Polda D.I.Y
  10. Polda Lampung
  11. Polda Sulawesi Selatan
  12. Polda Sumatera Barat

Kasatlantas Jember: Peran Orang Tua dan lingkungan, Sangat Penting dalam Keselamatan Berkendara


Jember (AktualNews) –  AKP Jimmy H Manurung saat ditemui dikantor Satlantas Polres Jember menjelaskan bagaimana peranan fungsi dan tugas pokok Satlantas Jember mengenai pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas, dan bagaimana komunikasi serta peranan baik orang tua diruang lingkup keluarga, hingga lingkungan diluar keluarga, di Kantor Satlantas Polres Jember, Jl. Letjen Panjaitan No.46, Lingkungan Kebonsari, Kec. Sumbersari Jember. Senin (23/3/21) pukul 14.30 WIB.

AKP Jimmy H Manurung menuturkan 3 hal diantaranya mengenai bagaimana mengedepankan keselamatan serta keamanaan berlalu lintas, menyampaikan kepada masyarakat bagaimana prosedur terkait Covid-19, serta masyarakat bisa berkolaborasi terkait fungsi pengawasan agar kondisi lalu lintas di Kabupaten Jember bisa baik.

” Kita mengedepankan keselamatan dan keamanaan berlalu lintas, dimasa pandemi covid-19 sesuai prosedur, ya kita sampaikan kepada masyarakat, apa yang menjadi hal baik bukan cuma saya yang harus berfikir mengenai fungsi pengawasan, sebenarnya masyarakat juga bisa berkolaborasi agar situasi lalu lintas yang ada di Jember bisa baik.”terang Jimmy.

Mengenai adanya balap liar yang kerap sering terjadi di wilayah kabupaten Jember, Kasatlantas Jember juga berpendapat ada beberapa faktor yang harus menjadi perhatian diantaranya bentuk perhatian dari orang tua, bagaimana orang tua bisa memberikan edukasi dan bukan hanya bentuk perhatian dari jumlah uang yang mereka berikan kepada anak.

“Mengenai balap liar kita jangan melihat hanya dari satu sisi saja dan ini bukan hanya tanggung jawab dari Satlantas Jember, ada faktor lain yang harus bisa mengedukasi mereka agar tidak melakukan hal hal yang diyakini akan berdampak terhadap keselamatan mereka tatkala mereka melakukan hal lain seperti balap liar,” tambahnya.

“Salah satunya bagaimana bentuk perhatian keluarga atau orang tua untuk bisa memberikan edukasi yang baik, perhatian tersebut bukan hanya  dari berapa banyak uang yang di berikan.

Lebih lanjut Kasatlantas Jember mengunkapkan, “Pengakuan adalah faktor utama kebutuhan manusia, banyak kemungkinan mereka melakukan aksinya, karena mereka merasa nyaman dan diakui berada di lingkungan tersebut dan akhirnya melakukan aksi balap liar. Hal terbaik yang harus sering dilakukan adalah dengan memberikan edukasi dan bentuk pemahaman serta pengakuan terhadap tindakan yang lebih baik, yaitu dengan adanya komunikasi antara orang tua dan anak. “Ungkap AKP Jimmy H Manurung.

AKP Jimmy juga menerangkan bagaimana langkah kedepan perihal balap liar,” ya mungkin memang harus ada sirkuit balapan, saya sudah pernah ketemu serta membahas akan hal tersebut baik, dari pihak dari Dinas Perhubungan dan Pemerintah Daerah, yang ada kaitanya dengan hal ini. Kemungkinan pihak IMI setempat bisa mengajukan kepada Pemda setempat perihal pengajuan tempat sirkuit untuk balapan yang sesuai dengan prosedur keselamatan.

Setelah adanya pengajuan pastinya pihak Pemda akan mengundang pihak Satlantas Jember, Dishub dan PU untuk meninjau tentang bisa atau layaknya tidak kondisi sirkuit yang diajukan.

Jimmy menuturkan Satlantas tidak bisa mengajukan sirkuit, justru orang yang berkompeten di bidang balapan yang harus mengajukan. “saya berharap seluruh lapisan masyarakat yang yang berkompeten dengan hal ini, bisa memberikan edukasi dan pemahaman tentang bagaimana pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas,” tutupnya.